Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER TREN] Harta Karun Berusia 3.000 Tahun di Spanyol Bukan dari Bumi | Dampak Minum Teh Tawar Setiap hari

Kompas.com - 19/02/2024, 05:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sepanjang Minggu (18/2/2024), pembaca tertarik dengan sejumlah artikel pada kanal Tren.

Artikel tentang harta karun berusia 3.000 tahun yang ditemukan di Spanyol ternyata bukan dari Bumi, menjadi paling banyak diminati pembaca dalam 24 jam terakhir.

Selain itu, pembaca juga tertarik dengan informasi tentang dampak minum teh tawar setiap hari, gambaran IKN pada 2045, kedatangan Prabowo ke Pacitan untuk menemui SBY, dan kisah inspiratif guru besar UGM.

Berikut artikel terpopuler tren pada Minggu (18/2/2024) hingga Senin (19/1/2024) pagi:

Baca juga: Taylor Swift Disebut Hanya Konser di Singapura, Ini Kata PM Thailand

1. Harta karun 3.000 tahun bukan dari Bumi

Harta karun berusia 3.000 tahun yang terdiri dari 59 benda berlapis emas yang ditemukan di Spanyol ternyata berasal dari luar Bumi.

Harta karun itu ditemukan oleh seorang arkeolog bernama Jose Maria Soler dan rekan-rekannya pada Desember 1963 saat menggali Rambla del Panadero, Alicante, Spanyol.

Penasaran tentang asal-usul harta karun itu? Simak selengkapnya dalam artikel berikut:

Harta Karun Berusia 3.000 Tahun yang Ditemukan di Spanyol Ternyata Tak Berasal dari Bumi

2. Dampak minum teh tawar setiap hari

Rutin mengonsumsi teh tawar setiap hari ternyata memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari University College London dan University of Leeds.

Menurut para peneliti, teh tawar bisa menjadi minuman yang lebih sehat dibanding dengan teh yang diberi tambahan gula.

Informasi lengkap tentang dampak minum teh tawar setiap hari dapat disimak dalam artikel berikut:

Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Minum Teh Tawar Setiap Hari?

3. Gambaran IKN pada 2045

Gambaran IKN Nusantara pada 2045YouTube Pemprov DKI Jakarta Gambaran IKN Nusantara pada 2045

Gambaran IKN pada 2045 diungkapkan oleh Kepala Otorita Ibu Kota Negara Nusantara (OIKN) Bambang Susantono.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com