Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jarang Diketahui, Ini 7 Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Jahe

Kompas.com - 18/02/2024, 07:30 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Jahe adalah salah satu jenis rempah yang bisa dijadikan bumbu dapur untuk membuat masakan lebih kaya rasa.

Selain menjadi bumbu dapur, jahe juga biasa dikonsumsi sebagai minuman herbal atau dicampurkan ke dalam teh karena memiliki banyak senyawa yang menyehatkan tubuh.

Meski begitu, jahe juga dapat memberikan efek samping jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu sering.

Lantas, apa saja efek samping jahe?

Baca juga: 6 Efek Samping Minum Susu Sebelum Tidur yang Jarang Diketahui

7 efek samping jahe jika dikonsumsi berlebihan

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut setidaknya tujuh efek samping jahe jika dikonsumsi secara berlebihan:

1. Maag

Dikutip dari LiveStrong, salah satu efek samping paling umum dari konsumsi terlalu banyak jahe yaitu risiko sakit maag.

Sakit maag atau dispepsia adalah kondisi ketika lambung terasa nyeri dan perut menjadi tidak nyaman akibat terlalu banyak senyawa tertentu yang dibawa oleh makanan.

2. Iritasi mulut dan tenggorokan

Efek samping jahe berikutnya yaitu dapat mengiritasi mulut dan tenggorokan jika dikonsumsi terlalu banyak.

Pasalnya, senyawa gingerol yang terkandung di jahe dapat memberikan efek panas dan pada akhirnya mengiritasi mulut dan tenggorokan.

3. Masalah pencernaan

Kebanyakan mengonsumsi jahe bisa memicu gangguan pencernaan. Kebanyakan mengonsumsi jahe bisa memicu gangguan pencernaan.
Mengonsumsi jahe terlalu banyak dapat memberikan efek samping pada saluran pencernaan, seperti diare dan kembung.

Sebuah studi menemukan bahwa mengonsumsi jahe terlalu banyak juga bisa menyebabkan mual.

Selain itu, jahe juga dapat meningkatkan aliran empedu, yakni sistem sekresi yang membantu tubuh memecah lemak.

Sehingga, konsumsi jahe terlalu banyak meningkatkan risiko gejala batu empedu bagi penderitanya.

Baca juga: 7 Efek Samping Jagung jika Dikonsumsi Berlebihan

4. Peningkatan risiko pendarahan

Konsumsi jahe dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko pendarahan, meski kecil.

Hal itu dikarenakan jahe mengandung senyawa aktif yang bisa berperan sebagai pengencer darah.

Sehingga, bagi seseorang yang sudah mempunyai rencana menjalani operasi atau persalinan, sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi jahe.

5. Hipoglikemia

Jahe diketahui dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Namun, mengonsumsi jahe terlalu banyak justru dapat menurunkan kadar gula darah pada tingkat yang berbahaya, dilansir dari TimesNowNews.

Konsumsi jahe berlebihan dapat menyebabkan kadar gula darah terlalu rendah, atau sering disebut sebagai hipoglikemia.

Nantinya, hipoglikemia akan menimbulkan gejala seperti sakit kepala, detak jantung tak teratur, mudah kelelahan, dan kecemasan.

Baca juga: 8 Efek Samping Daun Meniran, Perlu Dihindari oleh Penderita Penyakit Ini

6. Meningkatkan tekanan darah

Ilustrasi jahe. Jahe memiliki sejumlah efek samping jika dikonsumsi berlebihan.Unsplash Ilustrasi jahe. Jahe memiliki sejumlah efek samping jika dikonsumsi berlebihan.
Jahe yang dikonsumsi terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah sehingga seseorang mengalami hipertensi.

Hipertensi dapat memengaruhi kerja jantung dan sirkulasi darah menjadi terganggu.

Salah satu gejala yang dialami penderita hipertensi adalah sakit kepala ringan.

7. Alergi

Sebagian orang bisa menderita alergi karena terlalu banyak mengonsumsi jahe, sehingga menyebabkan ruam atau rasa tidak nyaman di mulut.

Beberapa orang mungkin juga mengalami kemerahan pada kulit dan gatal-gatal yang parah karena terlalu banyak konsumsi jahe. Meski begitu, alergi ini bisa diatasi dengan obat anti-alergi.

Baca juga: 5 Efek Samping Terlalu Banyak Makan Rambutan yang Jarang Diketahui

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rekrutmen Bersama BUMN 2024, Peserta Hanya Bisa Unduh Safe Exam Browser via Laptop

Rekrutmen Bersama BUMN 2024, Peserta Hanya Bisa Unduh Safe Exam Browser via Laptop

Tren
Jejak Prabowo di Pilpres, Akhirnya Jadi Presiden Usai 3 Kali Kalah

Jejak Prabowo di Pilpres, Akhirnya Jadi Presiden Usai 3 Kali Kalah

Tren
Wacana Iuran Pariwisata Melalui Tiket Penerbangan, Akankah Tarif Pesawat Akan Naik?

Wacana Iuran Pariwisata Melalui Tiket Penerbangan, Akankah Tarif Pesawat Akan Naik?

Tren
Prabowo-Gibran Resmi Ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

Prabowo-Gibran Resmi Ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

Tren
Sejarah Olimpiade yang Saat Ini Jadi Kompetisi Olahraga Terbesar di Dunia

Sejarah Olimpiade yang Saat Ini Jadi Kompetisi Olahraga Terbesar di Dunia

Tren
Viral, Video Perempuan Paksa Minta Uang ke Warga, Ini Kata Sosiolog

Viral, Video Perempuan Paksa Minta Uang ke Warga, Ini Kata Sosiolog

Tren
Profil Chandrika Chika, Selebgram yang Terjerat Kasus Narkoba

Profil Chandrika Chika, Selebgram yang Terjerat Kasus Narkoba

Tren
Siomai dan Pempek Jadi Jajanan Kaki Lima Terbaik Dunia 2024

Siomai dan Pempek Jadi Jajanan Kaki Lima Terbaik Dunia 2024

Tren
Mengenal Apa Itu Lemak, Berikut Manfaat dan Pengaruh Negatifnya

Mengenal Apa Itu Lemak, Berikut Manfaat dan Pengaruh Negatifnya

Tren
Memahami Gugatan PDI-P atas KPU ke PTUN, Bisa Pengaruhi Hasil Pemilu 2024?

Memahami Gugatan PDI-P atas KPU ke PTUN, Bisa Pengaruhi Hasil Pemilu 2024?

Tren
Penelitian Ungkap Sebagian Kota Besar di China Terancam Tenggelam pada 2120

Penelitian Ungkap Sebagian Kota Besar di China Terancam Tenggelam pada 2120

Tren
LINK Live Streaming Penetapan Prabowo-Gibran Jadi Presiden dan Wapres Terpilih, Mulai Pukul 10.00 WIB

LINK Live Streaming Penetapan Prabowo-Gibran Jadi Presiden dan Wapres Terpilih, Mulai Pukul 10.00 WIB

Tren
Ramai soal Lowker untuk Lansia, Praktisi Apresiasi sebagai Pemberdayaan Strategis dan Inklusif

Ramai soal Lowker untuk Lansia, Praktisi Apresiasi sebagai Pemberdayaan Strategis dan Inklusif

Tren
Profil Mooryati Soedibyo, Pendiri Mustika Ratu yang Meninggal di Usia 96 Tahun

Profil Mooryati Soedibyo, Pendiri Mustika Ratu yang Meninggal di Usia 96 Tahun

Tren
Benarkah Rupiah Melemah Bisa Menyebabkan Inflasi di Indonesia? Ini Kata Pakar

Benarkah Rupiah Melemah Bisa Menyebabkan Inflasi di Indonesia? Ini Kata Pakar

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com