Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Eddy Hiariej, Eks Wamenkumham yang Status Tersangkanya Gugur

Kompas.com - 31/01/2024, 18:45 WIB
Diva Lufiana Putri,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Status tersangka mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Eddy Hiariej dinyatakan gugur oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Eddy Hiariej sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Kemenkumham pada 7 Desember 2023.

Namun, status tersangka Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) itu gugur setelah menang praperadilan di PN Jakarta Selatan, yang dibacakan oleh hakim tunggal Estiono, Selasa (30/1/2024).

"Mengadili, dalam eksepsi menyatakan eksepsi termohon tidak dapat diterima seluruhnya," kata Estiono di ruang sidang, dikutip dari Kompas.com, Selasa.

Penetapan tersangka dinilai tidak sah

Hakim juga menilai, penetapan tersangka terhadap pemohon oleh KPK tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Adapun penetapan tersebut, sebagaimana dalam Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 UU 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Terhadap pemohon tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Menghukum termohon untuk membayar biaya perkara sejumlah nihil," ujar Estiono.

Lantas, siapa sosok Eddy Hiariej yang status tersangkanya dinyatakan gugur oleh pengadilan?

Baca juga: Eddy Hiariej Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi, Ini Respons Kemenkumham


Profil Eddy Hiariej

Merujuk data Kemenkumham, Eddy Hiariej atau pria dengan nama lengkap Edward Omar Sharif Hiariej, lahir di Ambon, Maluku, pada 10 April 1973.

Eddy tercatat menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) pada 1992, kemudian melanjutkan studi di Fakultas Hukum UGM dan lulus pada 1998.

Dia kemudian melanjutkan studi magister Ilmu Hukum di UGM dan selesai pada 2004. Setelah itu, Eddy kembali melanjutkan studi doktor di tempat yang sama dan lulus pada 2009.

Sebelum masuk menjadi anggota Kabinet Indonesia Maju, Eddy bekerja sebagai dosen di almamaternya sejak 1999.

Karier Eddy di bidang akademik pun kian menanjak dengan menjadi Asisten Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UGM pada 2002 hingga 2007.

Bahkan, pada 2010, sosok Eddy dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Pidana UGM dan menyandang gelar profesor pada usia 37 tahun.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/11/2023), kiprah Eddy Hiariej di luar bidang akademik juga cukup dikenal. 

Saksi ahli sidang Ahok dan sengketa Pilpres 2019

Dia pernah dihadirkan menjadi ahli dalam sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2017 silam.

Eddy juga pernah dihadirkan menjadi ahli dalam sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Saat itu, Eddy dihadirkan oleh pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Eddy juga pernah dihadirkan sebagai ahli dalam sidang Jessica Kumala Wongso dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin, atau lebih dikenal sebagai kasus kopi sianida.

Hingga pada 23 Desember 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Eddy menjadi Wamenkumham di Kabinet Indonesia Maju.

Baca juga: Sosok Helmut Hermawan, Tersangka Penyuap Eks Wamenkumham Eddy Hiariej

Halaman:

Terkini Lainnya

Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Tren
Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Tren
Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial 'Joko Anwar's Nightmares and Daydreams'

Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial "Joko Anwar's Nightmares and Daydreams"

Tren
Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Tren
Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Tren
Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Tren
Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Tren
Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Tren
Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Tren
Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Tren
Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Tren
Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Tren
Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Tren
Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Tren
5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com