Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Haris Azhar, Aktivis HAM yang Bebas Tuntutan Pencemaran Nama Baik Luhut

Kompas.com - 09/01/2024, 15:46 WIB
Verelladevanka Adryamarthanino ,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Haris Azhar akhirnya divonis bebas atas kasus dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (8/1/2024).

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com, Senin (8/1/2024), aktivis hak asasi manusia (HAM) ini sebelumnya sempat dituntut empat tahun penjara dan denda Rp 1 juta subsider enam bulan kurungan.

Lantas, bagaimana profil Haris Azhar yang baru lepas dari jerat dari kasus dugaan pencemaran nama baik bersama rekannya Fatia Maulidiyanti ini? Simak artikel berikut. 

Baca juga: Alasan Hakim Vonis Bebas Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dalam Kasus Lord Luhut


Profil Haris Azhar

Haris Azhar lahir di Jakarta pada 10 Juli 1975. Advokat ini mengenyam pendidikan S1 di Universitas Trisakti.

Selama berkuliah di Trisakti, ia dikenal berperan aktif dalam organisasi kemahasiswaan, khususnya pada tahun-tahun akhir pemerintahan Soeharto, 1997-1998.

Ia terlibat dalam aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa yang kala itu menuntut turunnya Presiden Soeharto.

Setelah lulus dari Universitas Trisakti pada 1999, Haris melanjutkan pendidikan Pascasarjana Filsafat di Universitas Indonesia, pada 2000 hingga 2003, tetapi tidak selesai.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di bidang hak asasi manusia (HAM) ke University of Essex, Inggris. Ia lulus pada 2010.

Sejak lulus, Haris Azhar mulai aktif bekerja di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Baca juga: Luhut, Haris Azhar, dan Permintaan Saham Freeport

Berkarier di KontraS

Haris Azhar membangun kariernya di KontraS sebagai sukarelawan di divisi advokat. Setelah itu, kariernya terus naik hingga ia mengemban amanah menjadi koordinator KontraS pada 2015.

Selama berkarier di lembaga yang dirintis aktivitas Munir Said Thalib itu, Haris Azhar dikenal berani dan tegas dalam menegakkan keadilan HAM.

Salah satu keberaniannya terlihat, ketika ia membuat pernyataan publik mengenai dugaan keterlibatan TNI dan Polri dalam bisnis perdagangan narkoba yang dilakukan oleh terpidana mati Freddy Budiman.

Pengakuan tersebut dibuat setelah Haris mengaku berbincang dengan Freddy Budiman ketika tidak sengaja bertemu di Lapas Nusakambangan, dikutip dari Kompas.com, (4/8/2016).

Baca juga: Kronologi dan Motif Oknum TNI Keroyok Aktivis PP KAMMI di Jaktim

Mendirikan Lokataru

Setelah tidak bekerja di KontraS, Haris Azhar mendirikan Lokataru pada 2018. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini juga fokus pada bidang advokasi HAM.

Tidak sendirian, Haris Azhar mendirikan Lokataru bersama dengan beberapa rekannya, yaitu Eryanto Nugroho, Sri Suparyati, Nurkholis Hidayat, Atnike Sigiro, Iwan Nurdin, dan Mufti Makarim.

Halaman:

Terkini Lainnya

Piala Asia U23 2024: 8 Tim yang Lolos dan Jadwal Pertandingan Perempat Final

Piala Asia U23 2024: 8 Tim yang Lolos dan Jadwal Pertandingan Perempat Final

Tren
Penyebab Masalah Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Penyebab Masalah Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Tren
Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Diumumkan Hari Ini

Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Diumumkan Hari Ini

Tren
Cara Mengubah Nama dan Password Hotspot pada Ponsel Android dan iPhone

Cara Mengubah Nama dan Password Hotspot pada Ponsel Android dan iPhone

Tren
Ramai soal Dana Pungutan Wisata via Tiket Pesawat, Ini Penjelasan Kemenko Marves dan Kemenparekraf

Ramai soal Dana Pungutan Wisata via Tiket Pesawat, Ini Penjelasan Kemenko Marves dan Kemenparekraf

Tren
Remaja di China Donasi Plasma 16 Kali dalam 8 Bulan demi Uang, Berakhir Meninggal Dunia

Remaja di China Donasi Plasma 16 Kali dalam 8 Bulan demi Uang, Berakhir Meninggal Dunia

Tren
Studi Ungkap Kemiskinan Bikin Otak Cepat Tua dan Tingkatkan Risiko Demensia

Studi Ungkap Kemiskinan Bikin Otak Cepat Tua dan Tingkatkan Risiko Demensia

Tren
Saat Media Asing Ramai-ramai Soroti Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2024...

Saat Media Asing Ramai-ramai Soroti Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2024...

Tren
BMKG Prediksi Musim Kemarau Mundur mulai Mei 2024, Wilayah Mana Saja?

BMKG Prediksi Musim Kemarau Mundur mulai Mei 2024, Wilayah Mana Saja?

Tren
Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 Asal Indonesia, Keberangkatan mulai 12 Mei

Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 Asal Indonesia, Keberangkatan mulai 12 Mei

Tren
Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Tren
Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Tren
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

Tren
Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com