Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konglomerat Sukanto Tanoto Beli Hotel Termahal di China, Berapa Harta Kekayaannya?

Kompas.com - 08/01/2024, 18:30 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sosok konglomerat asal Indonesia, Sukanto Tanoto, disorot setelah ia membeli sebuah hotel mewah di Shanghai, China.

Dikutip dari Forbes, hotel bernama Wanda Reign on the Bund tersebut dibeli Sukanto dengan dengan harga 17 miliar Yuan atau sekitar Rp 3,7 triliun.

Sukanto membeli Wanda Reign on the Bund melalui perusahaan berbasis di Singapura bernama Pasific Eagle Real Estate. Perusahaan itu bagian dari Royal Golden Eagle (RGE) Group yang dimiliki oleh Sukanto.

"Sebagai investor jangka panjang, Pacific Eagle Real Estate mengakuisisi hotel Wanda Reign on the Bund untuk apresiasi modal," ujar juru bicara Pacific Eagle, dikutip dari Kompas.com, Rabu (3/1/2024).

Baca juga: Daftar 25 Orang Terkaya di Indonesia per Desember 2023, Siapa Saja Mereka?

Wanda Reign on the Bund menjadi hotel termahal di China

Hotel Wanda Reign on the Bund yang dibeli Sukanto Tanoto mempunyai 193 kamar di lokasi bersejarah di Shanghai, tepatnya di distrik tepi laut Bund.

Wanda Reign on the Bund adalah bekas bangunan klasik yang dibangun pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Hotel ini memiliki gaya arsitektur art deco khas Barat.

Hotel ini dibuka pada Juni 2015. Dalian Wanda Group yang membangun hotel bintang tujuh ini menghabiskan dana sekitar 3,4 miliar yuan atau sekitar Rp 7,3 triliun.

Dana pembangunan yang mencapai miliaran yuan menjadikan Wanda Reign on the Bund sebagai hotel termahal yang pernah dibangun di China.

Setelah dibeli oleh Sukanto, Wanda Reign on the Bund menjadi bagian dari Pacific Eagle Real Estate. Perusahaan ini sebelumnya juga mengakuisisi Mondrian Duxton Singapore, pada Juli 2023.

Baca juga: 10 Atlet dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia 2023 Versi Forbes

Harta kekayaan Sukanto Tanoto

Merujuk laporan Forbes, Sukanto yang membeli Wanda Reign on the Bund memiliki harta kekayaan senilai 3,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 49 triliun.

Pundi-pundi kekayaan Sukanto berasal dari Royal Golden Eagle, sebuah grup yang bergerak di bidang pulp dan kertas, minyak kelapa sawit, dan energi.

Jaringan gurita bisnis Sukanto dimulai 50 tahun silam. Ia memulai kiprah usahanya dari usaha toko suku cadang sederhana yang dikenal sebagai Toko Motor di Medan, Sumatra Utara.

Di sisi lain, ia juga mempunyai perusahaan Bracell yang mendapat predikat sebagai salah satu produsen selulosa khusus terbesar di dunia yang digunakan untuk berbagai produk, mulai dari tisu bayi hingga es krim.

Sukanto merambah bisnis kertas tisu pada tahun 2023 dengan mengakuisisi OL Papeis dari Brasil dan saham di Vinda dari Tiongkok.

Bracell juga menginvestasikan 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,7 triliun untuk membangun fasilitas kertas tisu dan bubur kertas di Brasil.

Baca juga: Bukan Prajogo Pangestu, Ini Orang Terkaya di Indonesia 2023 Versi Bloomberg

Sukanto Tanoto bangun Tanoto Foundation

Harta kekayaan Sukanto Tanoto yang melimpah sebagian ia dedikasikan ke bidang filantropi lewat Tanoto Foundation, sejak 1981 lalu. 

Merujuk laman RGEI, organisasi sosial tersebut didirikan untuk mendorong kekuatan transformatif dari pendidikan yang berkualitas.

Tanoto Foundation berfokus pada terwujudnya hasil yang nyata di tiga bidang, yakni pendidikan, pengembangan kepemimpinan, serta penelitian medis dan ilmu pengetahuan.

Atas kiprahnya di bidang ekonomi global dan peningkatan kesejahteraan di seluruh dunia, Sukanto juga pernah menerima penghargaan Wharton School Dean’s Medal Award.

Baca juga: Kembali Jadi Orang Terkaya di Indonesia, Siapa Hartono Bersaudara?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com