BrandzView
Konten ini kerja sama Kompas.com dengan KONILIFE

Alasan Mengonsumsi Daging Merah Buruk bagi Kondisi Asam Urat

Kompas.com - 12/11/2023, 07:45 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Asam urat adalah penyakit radang sendi yang disebabkan adanya penumpukan kristal asam urat berlebih pada persendian dan jaringan lunak.

Kondisi ini menyebabkan peradangan dan rasa nyeri hebat pada sendi mana pun, seperti jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling umum di jempol kaki.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, tubuh secara alami memproduksi asam urat ketika memecah bahan kimia (purin) yang ditemukan dalam makanan dan minuman tertentu.

Ketika tubuh memiliki kadar asam urat yang tinggi, kristal asam urat dapat menumpuk dan mengendap di persendian, sehingga menyebabkan nyeri, bengkak, dan gejala lainnya secara tiba-tiba.

Baca juga: Bahaya Makanan dan Minuman Manis bagi Penderita Asam Urat

Oleh karena itu, penderita asam urat disarankan untuk menghindari mengonsumsi makanan dengan kandungan purin yang tinggi.

Manusia memerlukan purin dalam jumlah tertentu dalam makanan, tetapi jangan terlalu banyak. Makanan tinggi purin cenderung meningkatkan kadar asam urat.

Kadar purin yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko asam urat, tetapi juga tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, dan sindrom metabolik.

Dan salah satu makanan yang dapat memicu kambuhnya asam urat adalah daging merah.

Baca juga: 8 Buah untuk Asam Urat, Bantu Turunkan Kadar dan Atasi Nyeri


Efek daging merah terhadap asam urat

Dilansir dari laman Health, daging merah berisiko memicu kambuhnya asam urat adalah karena ia termasuk makanan yang mengandung purin tingkat tinggi.

Beberapa jenis daging merah yang perlu dihindari jika Anda menderita asam urat termasuk daging sapi, domba, dan babi.

Tubuh memecah purin menjadi asam urat, sehingga kadar darah meningkat, yang meningkatkan kemungkinan terbentuknya kristal di persendian. Ini berisiko menyebabkan kambuhnya asam urat.

Baca juga: Mencegah Asam Urat Kambuh dengan Banyak Minum Air Putih

Sejalan dengan itu, menurut Arthritis Foundation, daging merah secara umum memiliki purin lebih tinggi dibandingkan daging putih, dan sebaiknya dihindari atau hanya dimakan sesekali.

Daging merah memiliki jumlah dua purin spesifik, hipoksantin dan adenin, yang lebih tinggi dibandingkan makanan lainnya. Kedua purin ini terbukti meningkatkan risiko asam urat.

Selain itu, Anda juga perlu menghindari mengonsumsi daging organ atau jeroan seperti hati, ginjal, timus, dan otak.

Daging organ mengandung sangat tinggi purin, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan memicu serangan asam urat.

Baca juga: Bahaya Mengonsumsi Seafood bagi Penderita Asam Urat

Jenis makanan yang aman dikonsumsi

Ilustrasi jenis makanan yang baik untuk penderita asam urat.iStockPhoto/YelenaYemchuk Ilustrasi jenis makanan yang baik untuk penderita asam urat.

Pola makan sehat untuk penderita asam urat mencakup semua kelompok makanan yang kaya akan bahan-bahan padat nutrisi dan diproses secara minimal.

Jenis makanan tersebut termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Dikutip dari laman Medical News Today, berikut makanan yang berkontribusi menurunkan kadar asam urat:

  • Produk susu, seperti susu, yogurt, dan keju cottage
  • Minyak nabati, seperti minyak zaitun, minyak alpukat, minyak kelapa, dan minyak canola
  • Sayuran, termasuk jamur, asparagus, bayam, tomat, brokoli, buncis, kacang polong, dan lentil
  • Buah-buahan, terutama yang tinggi serat dan rendah gula, seperti ceri, buah jeruk, dan beri
  • Biji-bijian, termasuk quinoa, barley, soba, oat, dan beras merah
  • Kacang-kacangan, seperti almond, kacang mete, kenari, dan kacang macadamia
  • Produk kedelai, termasuk tahu, tempe, dan edamame
  • Protein tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, dan telur
  • Air putih
  • Kopi.

Baca juga: 3 Jenis Buah yang Sebaiknya Tidak Dimakan Penderita Asam Urat

Secara keseluruhan, makanan nabati lebih bermanfaat dibandingkan pola makan tinggi lemak dengan fokus pada daging. Hal ini dapat membantu menstabilkan kadar asam urat.

Ini juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung karena peningkatan konsumsi serat, buah-buahan, sayuran, dan lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan jantung.


Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com