Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil dan Rekam Jejak Syed Saddiq, Mantan Menpora Malaysia yang Dihukum Cambuk karena Korupsi

Kompas.com - 11/11/2023, 10:00 WIB
Nur Rohmi Aida,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Abdul Rahman dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan dua kali hukuman cambuk setelah dinyatakan bersalah pada kasus penyelewengan dana dan pencucian uang.

Saddiq juga diharuskan membayar denda sebesar 10 juta ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp 33,3 miliar.

Saddiq akan menjadi politisi pertama yang menjalani hukuman cambuk karena kasus korupsi.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Wan Sharuddin Wan Ladin mengatakan, hukuman cambuk ini diberlakukan bagi pelaku korupsi laki-laki yang berusia di bawah 50 tahun.

Baca juga: 3 Respons Menpora Malaysia atas Video Pemukulan Suporter Indonesia

Berikut ini rekam jejak Syed Saddiq Abdul Rahman yang akan dijatuhi hukuman cambuk karena terlibat kasus korupsi:

Baca juga: Menpora Malaysia Sebut Video Pengeroyokan Suporter Indonesia Hoaks

Profil dan rekam jejak Syed Saddiq

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed SaddiqInstagram Syed Saddiq Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq

Syed Saddiq lahir pada 6 Desember 1992.

Sosok Syed Saddiq mulai dikenal publik saat ia diangkat menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ketika berusia 25 tahun.

Pengangkatan tersebut dilakukan pada masa jabatan kedua Tun Dr Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri pada 2018.

Ketika itu, dirinya menjadi orang termuda yang pernah memegang posisi menteri di Kabinet.

Baca juga: Konser The 1975 di Malaysia Dihentikan Paksa dan Diboikot, Ada Apa?

Sosok Saddiq adalah orang yang memiliki peran penting karena mendorong Undang-Undang penurunan usia pemilih pada pemilihan umum Malaysia dari 21 menjadi 18 tahun.

Adapun ketentuan batas usia pemilih ini mulai berlaku pada akhir 2021.

Syed Saddiq mulai meninggalkan partai Bersatu sekaligus meninggalkan perannya di kabinet pada 2020.

Hal ini ia lakukan karena menolak mengikuti langkah puluhan anggota parlemen, membelot secara massal untuk meruntuhkan pemerintahan Pakatan Harapan.

Keluar dari Bersatu, ia kemudian mendirikan partai sendiri yakni partai Muda yang membuatnya bisa ikut pemilihan legislatif di Johor pada Maret.

Baca juga: Spesifikasi Beechcraft 390, Pesawat Jet yang Jatuh di Jalanan Malaysia, 10 Orang Tewas

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com