Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Banyak Kasus "Bullying" Terjadi di Korsel?

Kompas.com - 13/08/2023, 16:15 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan banyak kasus perundungan atau bullying

Hal ini seperti terekam dalam serial drama atau film karya sineas Korea, seperti drama The GloryD.PItaewon Class, dan The Penthouse.

Pada kenyataannya, ternyata tidak jauh berbeda.

Diberitakan media lokal Hankyeoreh News (2/1/2023), survei dari Workplace Gapjil 119 menunjukan 3 dari 10 pekerja kantoran pada 2 Januari 2023 mengalami perundungan di perusahaan tempat mereka bekerja selama setahun terakhir.

Sementara diberitakan Asia One, survei dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi setempat membuktikan 1 dari 10 siswa di sekolah dasar dan menengah Korsel menderita berbagai bentuk kekerasan dari teman sebayanya pada 2012.

Lantas, mengapa terjadi banyak kasus perundungan di Korea Selatan?

Baca juga: Korban Pelecehan dan Bully Sering Dilaporkan Balik, Ini Kata LPSK


Penyebab perundungan di Korsel

Profesor psikologi di Universitas Nasional Seoul, Kwak Keumjoo mengungkapkan bahwa kasus perundungan disertai kekerasan dan intimidasi di Negeri Ginseng terjadi dipengaruhi tekanan di antara teman sebaya.

“Kami (pelaku) membentuk kelompok dan menyiksa orang lain. Para korban mungkin dikucilkan oleh seluruh kelas atau bahkan oleh seluruh sekolah,” kata Kwak, seperti dikutip dari The Guardian (7/6/2023).

Menurut dia, lingkungan kompetitif dan penuh tekanan yang dihadapi banyak siswa di Korea Selatan menimbulkan upaya intimidasi.

Kwak mengungkapkan, para siswa mengalami tekanan akademis serta jam belajar yang panjang menjelang ujian masuk universitas. Kondisi ini menimbulkan lingkungan yang sangat kompetitif, hierarkis, dan monoton.

Sayangnya, lingkungan ini tidak memberikan ruang bagi para siswa beraktivitas secara fisik untuk menghabiskan energi selain di sekolah.

Akibatnya, mereka lama-kelamaan butuh mencari sumber hiburan. Perundungan dan penindasan akhirnya dilakukan sebagai hiburan.

Perundungan dan penindasan secara psikologis dan emosional tersebut kemudian dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu lama.

Bahkan, para pelaku bullying akan menggunakan berbagai metode untuk melancarkan aksinya. Ini termasuk meniru adegan dari film dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan ancaman bahaya.

Baca juga: Marak Viral Perundungan di Lingkungan Sekolah, Mengapa Selalu Terjadi?

Akibat dari perundungan

Ilustrasi bullying.Freepik Ilustrasi bullying.
Tindakan perundungan berpotensi menimbulkan bahaya yang serius bagi para korban.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com