Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arkeolog Temukan Pahatan Batu Kuno Bergambar Manusia, Kapal, dan Hewan Berusia 2.700 Tahun di Swedia

Kompas.com - 30/05/2023, 17:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Para peneliti menemukan 40 pahatan batu atau petroglif dengan berbagai penggambaran di permukaan batu yang curam di Swedia Barat pada awal Mei 2023.

Petroglif tersebut di antaranya menggambarkan kapal, manusia, dan figur hewan yang diperkirakan berusia 2.700 tahun.

Lereng bukit tempat ditemukannya petroglif ini ada di di paroki Kville yang terpencil, sehingga rangkaian gambar itu disebut Petroglif Kville.

Hingga saat ditemukan, lereng bukit tempat petroglif tersebut seluruhnya tertutup lapisan lumut yang tebal. Karena itulah, petroglif hampir tidak terlihat mata manusia.

Selain itu, tidak ada pula yang menyangka, lereng bukit yang relatif terjal itu pernah menjadi "kanvas" yang penuh ukiran kuno.

"Petroglif diukir pada permukaan batu granit yang pernah menjadi bagian dari sebuah pulau. Ini berarti, orang harus membuat ukiran batu sambil berdiri di atas perahu, atau dari platform yang dibangun di atas es," kata Martin Östholm, seorang manajer proyek yayasan sekaligus arkeolog dari Yayasan Dokumentasi Pahatan Batu Bohuslän, dikutip dari Live Science.

Sementara itu, Bohuslän, provinsi di bagian paling utara pantai barat negara itu, dikenal dengan ukiran batu, seperti seni Zaman Perunggu Tanum yang dianggap sebagai situs UNESCO.

Baca juga: Arkeolog Temukan Terowongan Misterius Saat Menggali Makam Cleopatra

 

Bagaimana arkeolog menemukan petroglif itu?

Awalnya, para arkeolog mencoba menemukan petroglif di sekitarnya ketika mereka menemukan ukiran yang dilapisi lumut.

Tim arkeolog sedang mencari petroglif baru di daerah tersebut ketika mereka menemukan permukaan batu yang tertutup lumut.

Kemudian mereka melihat beberapa garis di atasnya yang tampak seperti buatan manusia, jadi mereka menghilangkan lumutnya, dan barulah petroglif di bawahnya dapat terlihat.

Östholm mengatakan bahwa permukaan batu tersebut terlalu curam untuk dipijak, sehingga tim harus berdiri di atas sebuah platform untuk melakukan pekerjaan arkeologi mereka.

Petroglif tersebut mencakup penggambaran kapal, manusia, dan figur binatang, termasuk makhluk berkaki empat yang kemungkinan adalah kuda.

Petroglif yang paling besar menunjukkan sebuah kapal dengan panjang 13 kaki (4 meter).

Sementara itu, ada banyak petroglif yang memiliki panjang sekitar 12 dan 16 inci (30 hingga 40 sentimeter).

Baca juga: Setelah Membuka Makam Mesir Kuno, Arkeolog Ini Menderita Penyakit Misterius

Makna petroglif masih misteri

Dilansir dari Science Times, petroglif dibuat dengan cara memukulkan palu langsung ke permukaan batu untuk mamahatnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com