Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Madu untuk Meredakan Gejala Asam Lambung

Kompas.com - 30/04/2023, 12:02 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Asam lambung adalah perasaan mulas yang terjadi ketika sebagian kandungan asam lambung naik ke kerongkongan.

Dikutip dari Medical News Today, perut mengandung asam kuat, yakni asam klorida, yang membantu memecah makanan dan melindungi dari patogen seperti bakteri.

Lapisan perut diadaptasi secara khusus untuk melindunginya dari asam kuat, namun tidak demikian dengan lapisan pada kerongkongan.

Selain itu, cincin otot sfingter gastroesophageal biasanya bertindak sebagai katup yang mencegah makanan yang masuk ke perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan.

Ketika katup ini melemah dan gagal menutup, isi lambung dapat kembali ke kerongkongan. Kondisi ini lah yang dikenal dengan kondisi asam lambung.

Anda akan merasakan mulas atau sensasi terbakar di kerongkongan dan dada. Dalam kondisi asam lambung kronis, dapat menyebabkan GERD (gastroesophageal reflux disease).

Baca juga: 5 Ciri Kondisi Asam Lambung mulai Memburuk, Apa Saja?

Manfaat madu bagi asam lambung

ilustrasi manfaat madu untuk mencegah asam lambung.iStockphoto/eggeeggjiew ilustrasi manfaat madu untuk mencegah asam lambung.

Ada beberapa cara alami untuk meredakan gejala asam lambung, salah satunya adalah dengan menggunakan madu.

Madu diketahui telah digunakan dalam pengobatan Ayurveda selama ribuan tahun untuk mengobati berbagai penyakit.

Dalam beberapa penelitian juga diketahui bahwa madu dapat menenangkan tenggorokan dan meredakan gejala asam lambung.

Dilansir Healthline, madu dapat bekerja dalam beberapa cara untuk membantu mengatasi gejala asam lambung.

Sebuah studi menunjukkan beberapa manfaat utama madu bagi asam lambung, antara lain:

  • Madu adalah antioksidan dan penangkal radikal bebas. Asam lambung mungkin disebabkan oleh radikal bebas yang merusak sel-sel yang melapisi saluran pencernaan.
  • Madu dapat bekerja untuk mengurangi peradangan di kerongkongan.
  • Tekstur madu memungkinkannya melapisi selaput lendir kerongkongan dengan lebih baik.
  • Madu bersifat alami dan dapat digunakan bersamaan dengan pengobatan tradisional lainnya.

Terlepas dari hasil penelitian di atas, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menilai keefektifan madu yang sebenarnya sebagai pengobatan asam lambung.

Baca juga: Cara Sederhana Mengatasi Asam Lambung dengan Permen Karet

Menggunakan madu untuk mengobati asam lambung

Ilustrasi madu untuk mencegah gejala asam lambung.Dok. Pixabay. Ilustrasi madu untuk mencegah gejala asam lambung.

Dalam tinjauan klinis yang diterbitkan dalam sebuah jurnal bertajuk Oesophagus: Heartburn, para peneliti menyarankan bahwa sifat kental madu dapat membantu menurunkan asam.

Salah satu dari mereka merasakan kelegaan dari gejala mulasnya setelah mengonsumsi lima mililiter (sekitar satu sendok teh) madu biasa.

Jika Anda tidak ingin meminum satu sendok teh madu saja, Anda bisa mencampurnya dengan segelas air hangat atau teh.

Minum segelas susu atau makan yogurt juga bisa memberi Anda efek menenangkan yang sama pada gejala mulas.

Baca juga: Mengapa Tomat Buruk bagi Penderita Asam Lambung? Berikut Penjelasannya


Manfaat lain dari madu

Madu mentah yang tidak dipasteurisasi memberikan manfaat kesehatan, nutrisi, dan enzim yang paling banyak.

Zat tersebut kaya akan antioksidan yang dapat membantu melindungi Anda dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.

Radikal bebas dapat berkontribusi pada proses penuaan. Mereka juga dapat menyebabkan penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker.

Selain itu, madu memiliki sejumlah sifat antibakteri dan antivirus. Madu mentah tidak hanya dapat membunuh bakteri dan jamur, tetapi juga mengandung antiseptik alami.

Madu juga dapat membantu mengatasi masalah pencernaan, seperti diare dan tukak lambung.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 6 Gejala Asam Lambung dan Cara Meredakannya

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com