Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral, Utas soal Pemukulan oleh Warga Nias di Bogor, Korban Berjumlah 3 Orang

Kompas.com - 27/04/2023, 06:30 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah utas yang mengungkapkan kejadian penganiayaan kelompok pendatang asal Nias kepada warga Bogor ramai diperbincangkan di media sosial Twitter.

Unggahan berisi informasi kejadian tersebut dibagikan akun Twitter ini pada Selasa (25/4/2023).

"Barudaks Bogor, paham kan kita harus ngapain? Kronologi lengkap tercantum dalam thread dibawah. cc @PemkotaBogor @PolresBogorKota mohon dibantu dikawal kasus ini min," tulis pengunggah.

Dalam utas itu, pengunggah juga membagikan utas berisi kronologi penganiayaan yang dialami sekeluarga asal Bogor.

"Mau minta tolong bantuan ke warga Twitter. Keluarga saya kena pukul kumpulan / komunitas / ikatan / keluarga Nias," tulis akun Twitter @ajolajola.

Hingga Rabu (26/4/2023) malam, utas kronologi penganiayaan tersebut telah tayang sebanyak 671.300 kali, disukai 3.755 akun Twitter, dan di-retweet 3.003 kali.

Baca juga: Muncul Konten Video Wali Kota Bogor Saat Kebakaran RS Salak, Ini Kata Pemkot


Kronologi kejadian

Azhar Slamet (26), pemilik akun Twitter @ajolajola membagikan kronologi kejadian penganiayaan yang dialami keluarganya kepada Kompas.com.

"Kejadian terjadi 24 April 2023, sekitar pukul 20.00 WIB," ujarnya.

Penganiayaan ini terjadi di Jalan Ashari Jaya, Gang Agus Tailor, RT 001 RW 002, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.

Azhar mengungkapkan, malam itu, kelompok pendatang yang disebut berasal dari Nias yang menghuni kontrakan di dekat rumahnya sedang mengadakan pesta di rumah kontrakannya. Ia menduga, mereka telah banyak minum alkohol.

Tiba tiba, terjadi keributan antara kelompok tersebut dengan salah satu warga sekitar yang lewat membawa mobil.

"Melihat kejadian tersebut, adik laki-laki saya langsung mencoba melerai perkelahian. Kondisi sedang hujan deras dan warga sekitar pun tidak banyak bahkan tidak ada yang melihat kejadian tersebut," jelasnya.

Nahas, kelompok itu malah mencoba untuk memukul adiknya, Akmal Fauzi (25), dan mengejar hingga ke halaman rumah.

Bapak, ibu, dan adik perempuannya yang menggendong bayi ikut keluar ke halaman. Akmal pun diminta masuk rumah untuk berlindung.

Sayangnya, sang bapak yang sedang gantian menggendong bayi dan adik perempuannya justru tertinggal di halaman. 

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com