Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Niat Puasa Ramadhan Harus Diucapkan?

Kompas.com - 18/03/2023, 12:05 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Niat termasuk salah satu rukun atau syarat sah puasa yang tidak boleh ditinggalkan.

Niat diartikan sebagai 'amalan hati' untuk memulai perbuatan atau ibadah yang diinginkan seseorang.

Lantas, apakah niat puasa Ramadhan harus diucapkan juga secara lisan?

Dikutip dari Lembaga Fatwa Mesir, Dr Ali Jum'ah Muhammad mengatakan, niat terletak dalam hati.

Oleh karenanya, tidak disyaratkan atau tidak wajib bagi umat Islam untuk melafalkan niat puasa Ramdhan secara lisan.

Kendati demikian, beberapa ulama mengatakan bahwa pelafalan niat secara lisan merupakan sebuah anjuran.

Baca juga: Apa Itu Puasa: Rukun, Syarat, dan Jenisnya


Salah satunya diungkapkan oleh Syeikh Abu Bakar Syatha dalam I'anah at-Talibin.

"Niat itu dengan hati dan tidak disyaratkan mengucapkannya. Tetapi, disunahkan untuk mengucapkannya," tulis Syeikh Abu Bakar Syatha.

Dalam konteks puasa Ramadhan, niat harus dilafalkan pada malam hari sebelum fajar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka puasanya tidak sah."

Baca juga: Utang Puasa Belum Terlunasi Saat Sudah Masuk Ramadhan, Bagaimana Hukumnya?

Niat puasa Ramadhan

Ilustrasi puasa Ramadhan 2023.UNSPLASH/SIMON INFANGER Ilustrasi puasa Ramadhan 2023.

Namun, para ulama berbeda pendapat dalam hal niat puasa Ramadhan yang dilakukan setiap hari.

Menurut mazhab Maliki, niat puasa cukup dilakukan satu kali untuk puasa satu Ramadhan penuh, bukan setiap hari.

Atas dasar perbedaan pendapat ini, Dr Ali Jum'ah mengatakan bahwa niat puasa pada setiap malam Ramadhan lebih utama diutamakan.

Apabila seorang Muslim takut jika suatu hari lupa tidak melafalkan niat puasa, maka bisa ditambahkan niat untuk puasa satu bulan penuh yang dilakukan di malam pertama Ramadhan.

Baca juga: Kapan Waktu Niat Puasa Ramadhan, Perlu Dilakukan Setiap Hari?

Sementara itu, seorang Muslim juga harus secara jelas menyebutkan kata "Ramadhan" di dalam niatnya.

Hal ini juga berlaku bagi puasa wajib lainnya, seperti puasa nazar dan kafarat.

Imam Al-Khatib Asy-Syarbini dalam Al-Iqna' mengatakan, penyebutan ini diperlukan karena puasa Ramadhan termasuk ibadah yang bergantung pada waktu tertentu.

"Seseorang perlu memperjelas niat puasa dengan menyebut 'Ramadhan', nazar, atau kafarat, karena termasuk ibadah yang berkaitan dengan waktu. Hal ini sebagaimana dalam niat shalat lima waktu," tulisnya.

Baca juga: Lupa Tidak Niat Puasa Ramadhan, Apakah Tetap Sah?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com