Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER TREN] Cara Membuat KTP Digital 2023 | Gerakan Absurd Bikin Perut Buncit Kempes

Kompas.com - 09/03/2023, 05:30 WIB
Rizal Setyo Nugroho

Editor

KOMPAS.com - Sejumlah berita menghiasi laman Tren sepanjang Rabu (8/3/2023) hingga Kamis (8/3/2023).

Berita mengenai gerakan absurd yang dinilai ampuh bikin perut buncut jadi kempes, banyak mendapatkan perhatian pembaca.

Benarkah gerakan tersebut terbukti membuat perut buncit jadi mengecil? Simak penjelasannya dalam ulasan di bawah ini.

Selanjutnya ada berita perihal cara membuat KTP digital 2023 dan bedanya dengan e-KTP.

Berita Populer Tren

Selengkapnya, berikut berita terpopuler di laman Tren sepanjang Rabu (8/3/2023) hingga Kamis (8/3/2023).

1. Cara membuat KTP digital 2023

Pemerintah menargetkan 50 juta penduduk Indonesia memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada 2023.

Program IKD atau yang biasa disebut dengan KTP digital saat ini sudah mulai dijalankan.

KTP digital tidak bersifat wajib, namun dalam jangka panjang diharapkan akan beralih ke layanan digital tanpa harus dipaksa.

KTP digital nantinya berbentuk informasi elektronik yang dipakai sebagai dokumen kependudukan dalam aplikasi digital.

Selengkapnya bisa disimak di sini: 

Cara Membuat KTP Digital 2023 dan Bedanya dengan E-KTP

2. Gerakan bikin perut buncit kempes

Spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab perut buncit.

Dengan demikian, solusi untuk mengempeskan perut buncit pun tergantung pada penyebab masing-masing.

Michael mencontohkan, gerakan olahraga seperti dalam video akan sia-sia apabila ternyata perut buncit disebabkan adanya penyakit.

Dikutip dari Kompas.com (23/2/2023), Michael pernah merinci beberapa penyebab dan solusi untuk mengecilkan perut buncit.

Selengkapnya bisa disimak di sini: 

Ramai soal Gerakan Absurd Bikin Perut Buncit Jadi Kempes, Bagaimana Menurut Pakar?

 

3. Turis asing leluasa langgar aturan di Bali?

Sosiolog Universitas Udayana Wahyu Budi Nugroho mengatakan, turis asing di Bali leluasa disebabkan oleh tingginya konsentrasi mereka di suatu kawasan, seperti di Canggu.

Hal ini kemudian mendorong munculnya tindakan berdasarkan kebiasaan mereka di negara asalnya.

"Secara sosologis, ketika kerumunan tercipta, maka individu-individu yang ada di dalamnya cenderung bertindak berdasarkan preferensi dan kebiasaan kerumunan tersebut," kata Wahyu kepada Kompas.com, Rabu (8/3/2023).

Selengkapnya bisa disimak di sini: 

Mengapa Turis Asing di Bali Kini Leluasa Melanggar Aturan?

4. Rafael akun punya transaksi Rp 500 miliar?

Nama mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rafael Alun Trisambodo terus mendapat sorotan.

Terbaru disebutkan transaksi dia dan keluarganya mencapai Rp 500 miliar, benarkah?

Rafael yang merupakan seorang pejabat eselon III DJP memiliki kekayaan fantastis, yakni lebih dari Rp 56 miliar.

Tak hanya itu, beberapa aset kekayaan Rafael juga disebut tidak sesuai dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Kini, kasus dugaan pelanggaran Rafael pun memasuki babak baru setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengonfirmasi adanya kejanggalan dalam kekayaan Rafael.

Selengkapnya bisa disimak di sini: 

Babak Baru Kasus Rafael Alun Trisambodo dan Transaksi Janggal Rp 500 Miliar

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com