Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah dan Keistimewaan Malam Nisfu Syaban

Kompas.com - 07/03/2023, 06:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Farid Firdaus

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban adalah malam yang diperingati pada pertengahan bulan Syaban, tepatnya pada 15 Syaban.

Dilansir dari Kompas.com (3/3/2023), Peneliti di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengatakan, malam Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 7 Maret 2023 malam hingga Rabu, 8 Maret 2023.

Malam Nisfu Syaban kerap dinantikan oleh umat Islam di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Sebab, malam Nisfu Syaban memiliki sejumlah keistimewaan.

Lantas, bagaimana sejarah dan keistimewaan malam Nisfu Syaban?

Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2023? Catat Tanggalnya!

Sejarah malam Nisfu Syaban

Dilansir dari nu.or.id, Al Imam A Qasthalani pernah menjelaskan tentang sejarah malam Nisfu Syaban.

Hal itu diuraikan dalam kitabnya, Al Mawahib Al Laduniyah. Berikut bunyinya:

"Tabi'in tanah Syam seperti Khalid bin Ma'dan dan Makhul, mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam Nisfu Sya'ban.

Nah dari mereka inilah orang-orang kemudian ikut mengagungkan malam Nisfu Syaban.

Dikatakan, bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (kabar atau cerita yang bersumber dari ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam) tentang hal tersebut.

Kemudian ketika perayaan malam Nisfu Syaban ramai dikenal, orang-orang berbeda pandangan menanggangapinya. Sebagian menerima, dan sebagian lain mengingkarinya.

Mereka yang mengingkari adalah mayoritas ulama Hijaz, termasuk dari mereka Atha' dan Ibnu Abi Malikah. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari kalangan fuqaha Madinah menukil pendapat bahwa perayanan malam Nisfu Syaban seluruhnya adalah bidah.

Ini juga merupakan pendapat Ashab Maliki dan ulama selainnya."

Mengacu pada penjelasan tersebut, peringatan malam Nisfu Syaban mulanya dilakukan oleh segolongan ulama Tabi'in daerah Syam.

Artinya, peringatan malam Nisfu Syaban ini belum ada pada zaman Nabi Muhammad SAW dan sahabat.

Namun, malam Nisfu Syaban baru ada pada zaman Tabi'in.

Peringatan malam Nisfu Syaban yang kini diamalkan itu dasarnya mengikuti perbuatan segolongan ulama Tabi'in negeri Syam atau kini dikenal dengan negara Suriah.

Baca juga: Apa Itu Malam Nisfu Syaban, Kapan, dan Pengertiannya

Keistimewaan malam Nisfu Syaban

Menurut Kompas.com (6/3/2023), Rasulullah melalui sebuah hadis mengatakan bahwa malam Nisfu Syaban dimanfaatkan oleh kalangan sahabat untuk berdoa dan meminta ampunan pada Allah.

Pada malam Nisfu Syaban, Allah menurunkan rahmatnya pada orang yang memohon ampunan.

Di malam penuh ampunan itu, Allah akan mengampuni seluruh dosa hamba-Nya.

Tak hanya pengampunan, malam Nifsu Syaban juga merupakan malam di mana segala permintaan akan dikabulkan.

Puasa jelang malam Nifsu Syaban

Ilustrasi puasaShutterstock/Adi purnatama Ilustrasi puasa

Diberitakan oleh Kompas.com (23/4/2019), umat Islam dianjurkan menunaikan puasa Aiyyamul Bidh dan memperbanyak syahadat serta memanjatkan doa pada malam Nisfu Syaban.

Puasa Aiyyamul Bidh umumnya dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya.

Peringatan malam Nisfu Syaban

Menurut nu.or.id, ada berbagai macam bentuk dan teknis untuk memperingati malam Nisfu Syaban.

Pendapat pertama menyebutkan, pada malam Nisfu Syaban disunahkan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban secara jamaah di masjid.

Pendapat lainnya mengatakan bahwa pada malam Nisfu Syaban dimakruhkan berkumpul di masjid-masjid untuk berdoa, shalat, dan menyampaikan kisah-kisah teladan.

Namun tidak dimakruhkan shalat sendiri untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban.

Baca juga: 40 Ucapan dan Twibbon Nisfu Syakban 2023

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com