Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Gempa Turkiye-Suriah Bisa Langsung Memicu Gempa di Sesar Lainnya?

Kompas.com - 08/02/2023, 19:42 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gempa berkekuatan M 7,8 mengguncang perbatasan Turkiye dan Suriah pada Senin (6/1/2023) pagi.

Diketahui gempa itu berada di sesar Anatolia Timur dan menyebar ke arah timur laut hingga membawa kehancuran di beberapa wilayah.

Ini merupakan kekuatan yang sama dengan gempa 1939 yang menewaskan sekitar 30.000 orang di timur laut Turki.

Berdasarkan catatan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa susulan lainnya kemudian mengguncang di seluruh segmen sesar.

Bahkan gempa itu memicu gempa besar kedua M 7,5 di sesar lain dalam waktu yang berdekatan.

Baca juga: Analisis Gempa Turkiye yang Menimbulkan Banyak Korban Jiwa


Baca juga: Saat Gempa Turkiye Hancurkan Kastil Kuno Berumur 2.000 Tahun...

Lantas, mengapa gempa Turkiye-Suriah di sesar Anatolia Timur bisa memicu gempa di sesar lainnya?

Analisis gempa Turkiye

Korban gempa Suriah duduk di atas reruntuhan bangunan di Aleppo, Suriah, Selasa (7/2/2023). Gempa di Turki atau Turkiye dan Suriah bermagnitudo 7,8 pada Senin (6/2/2023), sejauh ini menewaskan lebih dari 5.000 orang.AP PHOTO/OMAR SANADIKI Korban gempa Suriah duduk di atas reruntuhan bangunan di Aleppo, Suriah, Selasa (7/2/2023). Gempa di Turki atau Turkiye dan Suriah bermagnitudo 7,8 pada Senin (6/2/2023), sejauh ini menewaskan lebih dari 5.000 orang.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, rekahan batuan (sesar) saat gempa akan bergeser ketika mendapat tekanan kuat dan terus terakumulasi hingga batas tertentu.

Pergeseran ini sambil melepaskan energi yang dimanifestasikan sebagai guncangan gempa kuat.

Daryono menuturkan, kemunculan gempa di sesar lain dalam waktu yang berdekatan bisa terjadi dengan beberapa syarat.

"Harus gempa besar dan sesar yang terpicu harus sangat dekat gempa pemicunya," kata Daryono kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2023).

Baca juga: Alasan Indonesia Selalu Dilanda Gempa

Selain itu, sesar yang terpicu harus sudah "matang" atau mengalami akumulasi tegangan maksimum.

Hal ini seperti yang terjadi di Turkiye, ketika gempa M 7,8 memicu gempa lainnya berkekuatan M 7,5 di sesar berbeda.

Dikutip dari laman resmi USGS, gempa bumi besar memang dapat memicu gempa bumi lain di lokasi yang lain melalui proses pemindahan atau pemicu tegangan dinamis.

Artinya, energi dari gelombang seismik yang melewatinya dapat menyebabkan gempa baru.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa M 8,8 Picu Tsunami Fluvial di Missouri AS

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com