Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Dandi Supriadi, MA (SUT), PhD,
Dosen Jurnalistik

Kepala Kantor Komunikasi Publik Universtas Padjadjaran. Dosen Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Selain minatnya di bidang Jurnalisme Digital, lulusan pendidikan S3 bidang jurnalistik di University of Gloucestershire, Inggris ini juga merupakan staf peneliti Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Unpad.

"Digital Maturity" dalam Konteks Jurnalisme di Indonesia

Kompas.com - 06/02/2023, 08:55 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KEHADIRAN teknologi informasi digital telah membawa interaktivitas melampaui batas-batas fisik dalam dunia pers. Kemasan berita dapat disajikan dalam berbagai format interaktif.

Format-format tersebut dulu hanya muncul di berbagai kisah fiktif futuristik, ilmiah, atau bahkan supranatural.

Beberapa hal yang sekarang ada mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan menjadi nyata. Misalnya, foto yang dapat bergerak ketika membaca berita layaknya di film Harry Potter, menonton siaran berita di setiap dinding rumah termasuk di pintu kulkas seperti di film Total Recall, atau meliput kejadian dengan satu alat kecil yang dapat merekam, memotret, dan menyiarkannya secara langsung seperti di film Star Trek.

Kemudahan-kemudahan yang disediakan teknologi untuk melakukan hal-hal di atas telah memacu kreativitas para produsen berita.

Contohnya, inovasi BBC yang membuat tampilan berita virtual dalam aplikasi Second Life beberapa waktu yang lalu.

Ada pula jurnalis yang menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) untuk melaporkan jalannya konferensi COP26.

Belum lagi penggunaan augmented reality yang sudah semakin lumrah saat ini, di mana dengan pertolongan pemindai pada perangkat telepon pintar, kita dapat memperoleh data tambahan berbentuk tiga dimensi yang muncul di layar ketika kita melihat sebuah objek atau berita.

Kemasan berita kreatif dengan menggunakan teknologi seperti itu tentu memiliki peluang menarik perhatian khalayak yang saat ini mayoritas tidak lagi mengakses media konvensional.

Seperti yang ditemukan dalam riset Nic Newman (2023) kala memprediksi tren jurnalisme, media, dan teknologi tahun 2023, ada kecenderungan semakin banyaknya surat kabar yang akan menghentikan produksi hariannya akibat naiknya biaya pencetakan dan melemahnya distribusi.

Hal itu bisa jadi merupakan akibat semakin sedikitnya khalayak yang mengakses media cetak tradisional dan meningkatnya perentase khalayak yang beralih ke layanan streaming, podcast, bahkan format video di media sosial seperti IGLive dan Tiktok.

Geliat media berinovasi dalam dunia digital dan media sosial dirasakan juga di Indonesia. Dalam level penguasaan teknologi yang berbeda dengan negara-negara maju yang lebih dahulu mendominasi perkembangan teknologi komunikasi, ternyata Indonesia berada di peringkat lima besar pengguna media sosial terbanyak di dunia berdasarkan survei Demandsage (Ruby, 2023).

Hal ini berarti Indonesia merupakan negara yang sangat potensial mendapatkan pengaruh besar dari informasi yang disajikan secara digital terutama di media sosial.

Potensi sekaligus mengancam eksistensi jurnalis tradisional yang harus bersaing dengan para content creator di berbagai platform.

Bisa jadi ini menjadi salah satu faktor mengapa tidak banyak media pemberitaan di Indonesia yang terlibat aktif di media sosial.

Di lain pihak, aktivisme masyarakat Indonesia di media sosial juga membawa kekhawatiran tertentu dalam hal kualitas konten yang bertanggung jawab.

Hasil survei Microsoft tahun 2020 yang menobatkan Indonesia sebagai negara paling tidak sopan di Asia Tenggara masih tetap menghantui sampai saat ini.

Apakah mungkin faktor inilah yang menyebabkan industri media pemberitaan di Indonesia belum begitu bersemangat untuk melibatkan diri di dunia media sosial?

Pemanfaatan media sosial oleh jurnalis Indonesia

Apabila ditanyakan kepada pekerja media pemberitaan di kota-kota besar tentang sejauh mana media sosial dimanfaatkan dalam praktik jurnalisme, jawaban yang didapat biasanya senada.

Salah satu jawaban yang umum adalah bahwa media sosial merupakan fenomena yang tidak terhindarkan, maka jurnalis harus terlibat di dalamnya.

Jawaban lainnya adalah bahwa media sosial bermanfaat bagi jurnalis untuk menemukan topik yang sedang hangat dibicarakan oleh publik.

Jawaban yang lebih advance didapatkan saat penulis melakukan riset tahun 2016-2017, yaitu bahwa media sosial juga alat pemasaran bagi media massa konvensional agar dapat meningkatkan engagement dengan khalayaknya, sekaligus mendapatkan khalayak baru dari kelompok publik milenial.

Namun pada praktiknya, apakah prosesnya sesederhana itu?

Sebuah riset yang penulis lakukan akhir tahun 2022 di salah satu kabupaten di Jawa Barat menghasilkan temuan menarik. Riset yang dilakukan dengan cara focus group discussion bersama 16 wartawan lokal dari 15 media ini ternyata mengungkap realitas tentang sejauh mana media sosial dimanfaatkan oleh wartawan daerah yang berbeda dengan asumsi awal penulis ketika itu.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh, Foto Bintang di Atas Bulan Sabit Disebut Muncul 100 Tahun Sekali, Fenomena Apa Sebenarnya?

Heboh, Foto Bintang di Atas Bulan Sabit Disebut Muncul 100 Tahun Sekali, Fenomena Apa Sebenarnya?

Tren
Viral, Video Kawanan Laron Buat Jalan Jadi Licin hingga Pengendara Motor Terjatuh, Mengapa?

Viral, Video Kawanan Laron Buat Jalan Jadi Licin hingga Pengendara Motor Terjatuh, Mengapa?

Tren
Soal Terbakarnya Kapal MT Kristin, Pertamina: Titik Api dari Forecastle

Soal Terbakarnya Kapal MT Kristin, Pertamina: Titik Api dari Forecastle

Tren
Akun Resmi WhatsApp Akan Kirimkan Pesan ke Pengguna, Apa Isinya?

Akun Resmi WhatsApp Akan Kirimkan Pesan ke Pengguna, Apa Isinya?

Tren
Viral, Video Kapal Terbakar di Perairan Mataram, Bagaimana Persis Kejadiannya?

Viral, Video Kapal Terbakar di Perairan Mataram, Bagaimana Persis Kejadiannya?

Tren
Bagaimana Hukum Melewatkan Sahur pada Bulan Ramadhan?

Bagaimana Hukum Melewatkan Sahur pada Bulan Ramadhan?

Tren
Viral, Foto Alphard dan Mobil Bea Cukai Masuk Apron Bandara, Ini Kata Angkasa Pura II

Viral, Foto Alphard dan Mobil Bea Cukai Masuk Apron Bandara, Ini Kata Angkasa Pura II

Tren
Klitih: Pengertian, Sejarah, Penyebab, dan Cara Menghindari Klitih

Klitih: Pengertian, Sejarah, Penyebab, dan Cara Menghindari Klitih

Tren
Cara Lapor SPT agar Tidak Didenda Rp 100.000, Terakhir 31 Maret 2023

Cara Lapor SPT agar Tidak Didenda Rp 100.000, Terakhir 31 Maret 2023

Tren
Janji Mahfud MD, Penuhi Undangan dan Layani Debat Anggota DPR Terkait Dana Rp 300 T di Kemenkeu

Janji Mahfud MD, Penuhi Undangan dan Layani Debat Anggota DPR Terkait Dana Rp 300 T di Kemenkeu

Tren
Viral, Video Penumpang KRL Jadi 'Spiderman' Saat Kereta Penuh Sesak, Begini Ceritanya

Viral, Video Penumpang KRL Jadi "Spiderman" Saat Kereta Penuh Sesak, Begini Ceritanya

Tren
Viral, Foto Tangan Berkerut dan Flek Hitam, Apa yang Harus Dilakukan?

Viral, Foto Tangan Berkerut dan Flek Hitam, Apa yang Harus Dilakukan?

Tren
6 Cara Mengontrol Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Saat Berpuasa

6 Cara Mengontrol Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Saat Berpuasa

Tren
Ingin ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Menggunakan Bus? Cek Aturan Lokasi Parkir agar Tak Digembok!

Ingin ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Menggunakan Bus? Cek Aturan Lokasi Parkir agar Tak Digembok!

Tren
Viral, Video Penampakan Dua Bulan Sabit, Ini Kata BRIN

Viral, Video Penampakan Dua Bulan Sabit, Ini Kata BRIN

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+