KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas menyoroti anggaran untuk kemiskinan di Indonesia yang bernilai fantastis, tetapi tidak tepat sasaran.
Menurutnya, anggaran sebesar Rp 500 triliun di berbagai kementerian atau lembaga justru lebih banyak digunakan untuk rapat dan studi banding di hotel.
Hal ini terlihat dari angka kemiskinan di Indonesia yang hanya turun 0,6 persen.
"Jangan sampai seperti kemarin saya sudah lapor ke Pak Presiden, hampir Rp 500 triliun anggaran kita untuk anggaran kemiskinan yang tersebar di kementerian atau lembaga," kata Azwar dalam sosialisasi Permen PAN-RB No. 1/2023 tentang Jabatan Fungsional di Jakarta, Jumat (27/1/2023), dikutip tayangan Youtube Kementerian PAN-RB.
"Tetapi ini tidak in-line dengan target prioritas bapak presiden, karena kementerian atau lembaga sibuk dengan urusan masing-masing," sambungnya.
Baca juga: Tingkat Kemiskinan di Jawa, Yogyakarta Jadi Daerah Termiskin
Baca juga: Skema Bansos Tak Cukup Berantas Kemiskinan Ekstrem, Apa Solusinya?
Lantas, dengan anggaran Rp 500 triliun, berapa uang yang bisa didapatkan orang miskin?
Berdasarkan data Profil Kemiskinan di Indonesia September 2022 Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga miskin di Indonesia mencapai 26,36 juta orang.
Jika semua anggaran kemiskinan sebesar Rp 500 triliun itu diberikan kepada warga miskin tanpa terkecuali, maka setiap orang akan mendapatkan sekitar Rp 19 juta.
Artinya, setiap warga miskin akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 1,6 juta per bulan.
Baca juga: 10 Daerah dengan Tingkat Kemiskinan Tertinggi di Indonesia, Mana Saja?
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.