Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gejala Gula Darah Rendah di Pagi Hari dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 23/01/2023, 06:05 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pagi hari menjadi waktu yang tepat untuk memeriksa kesehatan tubuh, salah satunya adalah kadar gula darah.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), gula darah rendah yang disebut juga hipoglikemia merupakan gangguan kesehatan.

Kondisi tersebut ditandai dengan rendahnya kadar gula di dalam darah dan biasanya dialami oleh penderita diabetes melitus.

Orang yang kadar gula darah dalam tubuhnya rendah dapat merasakan beberapa gejala dan ada cara untuk mengatasinya.

Baca juga: 6 Manfaat Daun Insulin, Turunkan Kadar Gula Darah hingga Cegah Kanker

Baca juga: 5 Manfaat Daun Pandan, Atasi Nyeri Sendi hingga Gula Darah Tinggi

Berikut ini beberapa gejala gula darah rendah yang bisa dirasakan ketika pagi hari dan cara mengatasinya.

Gejala gula darah rendah di pagi hari

Dilansir dari Healthline, gula darah rendah sering terjadi pada penderita diabetes melitus karena keberadaan long-acting insulin atau insulin kerja panjang yang banyak.

Padahal, insulin mempunyai fungsi untuk mengatur gula darah supaya glukosa dapat memasuki sel.

Tetapi, insulin yang terlalu banyak justru menyebabkan kadar gula darah menjadi rendah.

Orang yang tidak didiagnosis diabetes juga berisiko mengalami hipoglikemia yang disebut juga hipoglikemia non-diabetes.

Baca juga: Mengapa Makanan Sumber Karbohidrat Bisa Menaikkan Kadar Gula Darah?

Kondisi tersebut disebabkan oleh faktor gaya hidup, yakni kebiasaan berolahraga maupun pola makan.

Ketika kadar gula darah anjlok di pagi hari, beberapa gejala yang muncul, di antaranya:

  • Jantung berdebar
  • Mual
  • Penglihatan kabur
  • Pusing
  • Tubuh gemetar
  • Merasa lapar
  • Sakit kepala
  • Keluar keringat
  • Merasa cemas
  • Mulut kering.

Baca juga: 5 Bahan Alami untuk Mengontrol Gula Darah Penderita Diabetes

Sementara itu, kadar gula darah yang berada di bawah 54 mg/dL menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Koma diabetes
  • Kejang
  • Pingsan.

Penyebab kadar gula darah rendah di pagi hari

Kadar gula darah yang tinggi dapat membahayakan pasien diabetes tipe 1 dan 2 dengan menyebabkan komplikasi serius yang berujung kematian. Shutterstock/Proxima Studio Kadar gula darah yang tinggi dapat membahayakan pasien diabetes tipe 1 dan 2 dengan menyebabkan komplikasi serius yang berujung kematian.

Salah satu penyebab kadar gula darah rendah adalah tingkat insulin pada penderita diabetes.

Namun, khusus untuk orang yang tidak menderita diabetes, kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Penyakit tertentu yang memengaruhi pankreas
  • Kelaparan
  • Penyakit hati kronis
  • Terlalu banyak minum alkohol.

Untungnya, mereka yang tidak didiagnosis menderita diabetes jarang mengalami hipoglikemia.

Baca juga: 5 Kebiasaan Sarapan yang Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Cara menaikkan kadar gula darah di pagi hari

Kadar gula darah yang rendah bisa diatasi dengan beberapa cara, seperti memakan sekitar 15 gram karbohidrat ketika pagi hari.

Jika tidak, konsumsilah tiga tablet glukosa, 1/2 kaleng soda non-diet, 1/2 cangkir jus buah bebas gula, dan 1 sendok makan madu.

Pastikan untuk tidak makan terlalu banyak dan beri jarak waktu 15 menit antar makanan untuk mengatur kadar gula darah.

Padukan juga karbohidrat dengan biji-bijian, keju, kacang-kacangam maupun protein.

Baca juga: 7 Manfaat Daun Mangga, Cegah Berat Badan Naik dan Perangi Diabetes

Cara mencegah kadar gula rendah di pagi hari

Dilansir dari Medical News Today, ada beberapa cara mencegah kadar gula darah rendah di pagi hari.

Berikut daftarnya:

  • Mengonsumsi camilan sebelum tidur
  • Hindari diet rendah karbohidrat
  • Melahap camilan yang mengandung tinggi serat
  • Memantau kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Berkonsultasilah dengan dokter apabila kadar gula darah mengalami masalah untuk mendapat saran perubahan gaya hidup maupun obat.

Baca juga: Apakah Mata Minus Bisa Berkurang Secara Alami? Ini Penjelasan Dokter

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: HOAKS! Gula Aren Mengandung Formalin

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Jaga Kesehatan, Jemaah Haji Diimbau Umrah Wajib Pukul 22.00 atau 09.00

Jaga Kesehatan, Jemaah Haji Diimbau Umrah Wajib Pukul 22.00 atau 09.00

Tren
Sisa Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024, Ada Berapa Tanggal Merah?

Sisa Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024, Ada Berapa Tanggal Merah?

Tren
4 Tanda yang Menunjukkan Orangtua Psikopat, Apa Saja?

4 Tanda yang Menunjukkan Orangtua Psikopat, Apa Saja?

Tren
SIM Diganti NIK Mulai 2025, Kapan Masyarakat Harus Ganti Baru?

SIM Diganti NIK Mulai 2025, Kapan Masyarakat Harus Ganti Baru?

Tren
Dirjen Dikti: Rektor Harus Ajukan UKT 2024 dan IPI Tanpa Kenaikan

Dirjen Dikti: Rektor Harus Ajukan UKT 2024 dan IPI Tanpa Kenaikan

Tren
Warganet Sebut Pemakaian Kain Gurita Bayi Bisa Cegah Hernia, Benarkah?

Warganet Sebut Pemakaian Kain Gurita Bayi Bisa Cegah Hernia, Benarkah?

Tren
Saat Jokowi Sebut UKT Akan Naik Tahun Depan, tapi Prabowo Ingin Biaya Kuliah Turun

Saat Jokowi Sebut UKT Akan Naik Tahun Depan, tapi Prabowo Ingin Biaya Kuliah Turun

Tren
Bolehkah Polisi Hapus 2 Nama DPO Pembunuhan Vina yang Sudah Diputus Pengadilan?

Bolehkah Polisi Hapus 2 Nama DPO Pembunuhan Vina yang Sudah Diputus Pengadilan?

Tren
Kisah Nenek di Jepang, Beri Makan Gratis Ratusan Anak Selama Lebih dari 40 Tahun

Kisah Nenek di Jepang, Beri Makan Gratis Ratusan Anak Selama Lebih dari 40 Tahun

Tren
Ramai soal Uang Rupiah Diberi Tetesan Air untuk Menguji Keasliannya, Ini Kata BI

Ramai soal Uang Rupiah Diberi Tetesan Air untuk Menguji Keasliannya, Ini Kata BI

Tren
Benarkah Pegawai Kontrak yang Resign Dapat Uang Kompensasi?

Benarkah Pegawai Kontrak yang Resign Dapat Uang Kompensasi?

Tren
Peneliti Ungkap Hujan Deras Dapat Picu Gempa Bumi, Terjadi di Perancis dan Jepang

Peneliti Ungkap Hujan Deras Dapat Picu Gempa Bumi, Terjadi di Perancis dan Jepang

Tren
Pengguna Jalan Tol Wajib Daftar Aplikasi MLFF Cantas, Mulai Kapan?

Pengguna Jalan Tol Wajib Daftar Aplikasi MLFF Cantas, Mulai Kapan?

Tren
BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan Juni-November 2024, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan Juni-November 2024, Ini Daftar Wilayahnya

Tren
Ada Potensi Kekeringan dan Banjir secara Bersamaan Saat Kemarau 2024, Ini Penjelasan BMKG

Ada Potensi Kekeringan dan Banjir secara Bersamaan Saat Kemarau 2024, Ini Penjelasan BMKG

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com