Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/01/2023, 07:30 WIB

KOMPAS.com - Hari ini 60 tahun lalu, tepatnya 11 Januari 1962, terjadi longsoran es dan salju yang dahsyat di Gunung Huascaran, Peru.

Dilansir dari History, Gunung Huascaran memiliki tinggi sekitar 22.000 kaki (6,7 km) di atas permukaan laut di Pegunungan Andes.

Di lerengnya, ada banyak komunitas kecil masyarakat di Peru yang penduduknya bertani di Lembah Rio Santa.

Namun, peristiwa nahas itu terjadi. Salju dan es menerjang permukiman dan menimbun ribuan orang. Sekitar 4.000 orang dilaporkan tewas.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tabrakan Kereta Api di Pakistan Tewaskan hingga 300 Orang

Kronologi

Tragedi itu terjadi pada malam hari ketika mayoritas masyarakat di daerah tersebut sedang berada di dalam rumah untuk makan malam.

Namun, tepian gletser raksasa gunung es tersebut tiba-tiba pecah.

Suara gemuruh terdengar hebat saat salju menuruni gunung.

Balok es seukuran dua gedung pencakar langit dan beratnya sekitar 6 juta ton itu membuat suara keras hingga terdengar sampai di kota-kota di bawah.

Longsoran salju itu menerjang dengan jarak 9,5 mil dalam waktu hanya tujuh menit, menyapu bersih sejumlah permukiman.

Wilayah di Ranrahirca dan Huarascucho terkubur di bawah es. Lapisan tebal lumpur, pepohonan yang tumbang, bebatuan besar dan puing-puing setebal 40 kaki atau sekitar 12 meter.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara agar WhatsApp Irit Ruang Penyimpanan, Matikan Ini di Pengaturan

Cara agar WhatsApp Irit Ruang Penyimpanan, Matikan Ini di Pengaturan

Tren
Dugaan Penyebab Kecelakaan Kereta di India yang Menewaskan Lebih dari 200 Orang

Dugaan Penyebab Kecelakaan Kereta di India yang Menewaskan Lebih dari 200 Orang

Tren
Berkas Berformat '.pdf' Tak Selalu Asli, Ini Bedakan dari Penipuan

Berkas Berformat ".pdf" Tak Selalu Asli, Ini Bedakan dari Penipuan

Tren
6 Cara Mencegah Pikun di Usia Muda

6 Cara Mencegah Pikun di Usia Muda

Tren
Jadwal Kereta Api Airlangga Terbaru 2023, Surabaya-Jakarta PP

Jadwal Kereta Api Airlangga Terbaru 2023, Surabaya-Jakarta PP

Tren
[POPULER TREN] 6 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan I Kisah Viral Siswa SD Pindah ke SLB karena Di-bully

[POPULER TREN] 6 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan I Kisah Viral Siswa SD Pindah ke SLB karena Di-bully

Tren
Siswi Bakar Asrama Sekolah karena Ponselnya Disita Guru, 19 Orang Tewas

Siswi Bakar Asrama Sekolah karena Ponselnya Disita Guru, 19 Orang Tewas

Tren
Mengenal KA Pandalungan, Kereta dengan Rute Terpanjang di Indonesia, Tempuh Jarak 919 Kilometer

Mengenal KA Pandalungan, Kereta dengan Rute Terpanjang di Indonesia, Tempuh Jarak 919 Kilometer

Tren
Ramai soal Kemunculan Kristen Muhammadiyah, Kapan Varian Ini Ditemukan?

Ramai soal Kemunculan Kristen Muhammadiyah, Kapan Varian Ini Ditemukan?

Tren
6 Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari, Tidak Hanya Membakar Kalori

6 Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari, Tidak Hanya Membakar Kalori

Tren
Ramai soal Vagina Terasa Sakit Saat Terangsang, Benarkah Ciri-ciri Vaginismus?

Ramai soal Vagina Terasa Sakit Saat Terangsang, Benarkah Ciri-ciri Vaginismus?

Tren
Ramai soal Gel Manicure Bisa Membuat Jari Tangan Menghitam, Benarkah?

Ramai soal Gel Manicure Bisa Membuat Jari Tangan Menghitam, Benarkah?

Tren
Ramai soal HRD BCA Disebut Punya 'Mata Elang' Pilih Orang Baik Jadi Satpam, Ini Tanggapan Perusahaan

Ramai soal HRD BCA Disebut Punya "Mata Elang" Pilih Orang Baik Jadi Satpam, Ini Tanggapan Perusahaan

Tren
Akhir Perjalanan Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur, Jadi Thudong Pertama di Indonesia

Akhir Perjalanan Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur, Jadi Thudong Pertama di Indonesia

Tren
Kasus Kematian Bripka AS Mencuat Lagi: Polisi Pastikan karena Sianida, Keluarga Sebut Ada Kejanggalan

Kasus Kematian Bripka AS Mencuat Lagi: Polisi Pastikan karena Sianida, Keluarga Sebut Ada Kejanggalan

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+