Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 20/12/2022, 08:30 WIB

KOMPAS.com - Insiden kecelakaan kerja terjadi di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) pada Minggu (18/12/2022).

Rangkaian kereta kerja yang terdiri dari lokomotif diesel dan mesin pemasangan rel mengalami anjlok atau keluar jalur.

Lokasi anjlokan kereta kerja tepatnya terjadi di Kampung Cempaka, Desa Campaka Mekar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Baca juga: Naik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cuma 46 Menit, Berapa Kecepatannya?


Lantas, apa dampak dari kecelakaan di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut?

Dampak kecelakaan di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bangkai lokomotif kereta cepat usai mengalami kecelakaan di Bandung Barat pada Minggu (18/12/202).Kontributor Bandung Barat dan Cimahi, Bagus Puji Panuntun Bangkai lokomotif kereta cepat usai mengalami kecelakaan di Bandung Barat pada Minggu (18/12/202).

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengungkapkan, insiden kecelakaan di proyek KCJB berdampak pada jatuhnya korban.

Terdapat 6 korban yang mencakup 2 korban jiwa, 2 korban luka berat, dan 2 korban luka ringan.

Adita menambahkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kegiatan pembangunan proyek KCJB akan dihentikan sementara untuk dilakukan proses investigasi lebih lanjut.

Setelah identifikasi dan investigasi selesai dilakukan, akan dilaporkan temuan dan hasil rekomendasi yang dijadikan acuan untuk meningkatkan aspek keselamatan pada proyek pembangunan perkeretaapian.

"DJKA akan memastikan bahwa insiden ini akan dijadikan pelajaran penting untuk mencegah berulangnya insiden serupa," ujarnya, kepada Kompas.com, Selasa (20/12/2022).

Baca juga: 4 Fakta Kecelakaan Kereta Teknis di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bukan kereta cepat, tapi kereta kerja yang mengalami kecelakaan

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, insiden kecelakaan yang terjadi di proyek KCJB merupakan rangkaian kereta kerja, bukan kereta cepat.

Ia mengatakan, kereta kerja tersebut berupa lokomotif diesel dan mesin pemasang rel yang dioperasikan oleh Kontraktor Sinohydro.

"Jadi di sini, yang keluar jalur adalah Kereta Kerja bukan rangkaian Kereta Cepat," kata Dwiyana dalam keterangannya, dikutip dari Kompas.com, Senin (19/12/2022).

Insiden kecelakaan kereta kerja di proyek KCJB terjadi pada 18 Desember 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.

Semua korban yang berjumlah enam orang bertugas sebagai teknisi dari Kontraktor Sinohydro dan berwarga negara China.

Baca juga: Kereta Cepat Indonesia China Buka Lowongan, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Baca juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mau Pakai APBN, Apa Dampaknya?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+