Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Deretan Bencana Alam yang Terjang Indonesia pada Awal Desember 2022

Kompas.com - 09/12/2022, 18:30 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejumlah bencana alam dilaporkan menerjang wilayah Indonesia pada awal Desember 2022.

Bencana alam yang terjadi tersebut beragam, mulai dari gempa bumi, puting beliung hingga erupsi sejumlah gunung berapi.

Meski tidak sebanyak korban jiwa gempa Cianjur pada November 2022, bencana alam pada awal Desember ini juga mengakibatkan setidaknya ribuan orang harus mengungsi.

Baca juga: Semeru Berstatus Awas dan 20 Gunung Api Siaga-Waspada, Ini Daftar Lengkapnya

Deretan bencana alam yang terjang Indonesia 

Berikut bencana alam yang menerjang wilayah di Indonesia pada penghujung 2022:

1. Gempa Sukabumi

Kota Sukabumi yang terletak di Provinsi Jawa Barat diguncang dua gempa bumi sekaligus dengan kekuatan magnitudo 5,8 dan 6,1 pada Kamis (8/12/2022).

Gempa yang mengguncang Sukabumi terjadi pukul 07.50 WIB dengan kedalaman 104 kilometer.

Dilansir dari keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat 22 kilometer tenggara Sukabumi.

Baca juga: Penjelasan Ahli soal Mengapa Jawa Barat Sering Diguncang Gempa


Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Sesar Cimandiri, Sebaran Sesar hingga Potensi Bahayanya

Titik koordinat dari gempa Sukabumi berada di 7.11 lintang selatan-106,99 bujur timur.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa gempa Sukabumi termasuk jenis gempa bumi menengah.

Ini disebabkan oleh deformasi atau patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang populer disebut sebagai gempa intraslab atau gempa Benioff.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/12/2022).

Baca juga: Sesar Cimandiri dan Sejumlah Sumber Gempa Lain di Jabar dan Jakarta

2. Erupsi Gunung Semeru

Warga mengevakuasi kambing di kawasan yang sempat disapu awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (5/12/2022). Bencana awan panas guguran Gunung Semeru tersebut menyebabkan puluhan rumah penduduk rusak dan ratusan warga mengungsi. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nym.ANTARA FOTO/Umarul Faruq Warga mengevakuasi kambing di kawasan yang sempat disapu awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (5/12/2022). Bencana awan panas guguran Gunung Semeru tersebut menyebabkan puluhan rumah penduduk rusak dan ratusan warga mengungsi. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nym.

Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Minggu (4/12/2022) pukul 02.46 WIB.

Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini awalnya menimbulkan kolom letusan setinggi 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut.

Dilansir dari Magma Indonesia, awan panas guguran (APG) sebelumnya terlihat meluncur dengan jarak 12 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Baca juga: Gunung Semeru Tidak Pernah Berstatus Normal, Berikut Karakter Letusannya

Setelah erupsi pertama, Gunung Semeru terus menunjukkan peningkatan aktivitas hingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan statusnya menjadi Level IV (awas) sejak 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

Diberitakan Kompas.com, erupsi gunung Semeru menyebabkan jumlah warga yang mengungsi akibat awan panas bertambah menjadi 781 jiwa per Selasa (6/12/2022) pukul 18:00.

Awalnya, Badan Nasional Penganggulangan Bencana mencatat jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru sebanyak 2.489 orang yang tersebar di 12 titik pengungsian.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Peringatan Tsunami Jepang, dan Penjelasan BMKG


3. Erupsi Gunung Kerinci

Gunung Kerinci erupsi dengan ketinggian abu mencapai 700 meter, Selasa (6/12/2022)Foto: PVMBG Gunung Kerinci erupsi dengan ketinggian abu mencapai 700 meter, Selasa (6/12/2022)

Dilansir dari Magma Indonesia, gunung Kerinci yang berada di Sumatra Barat dan Jambi dilaporkan erupsi pada pukul 08.22 WIB, Selasa (6/12/2022).

Letusan gunung setinggi 3.805 meter ini menyebabkan kolom letusan setinggi 700 meter di atas puncak atau 4.505 meter di atas pemukaan laut.

Diketahui, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

Erupsi Gunung Kerinci terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 3 mm dan durasi 60 detik.

Baca juga: Trending Semeru dan Update Kondisinya...

4. Gempa Jember

Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Jember, Jawa Timur pada Selasa (6/12/2022) pukul 13.07 WIB.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, episenter dari gempa ini berada di laut pada jarak 223 kilometer arah selatan Jember pada kedalaman 10 kilometer.

"Episenter gempa terletak pada koordinat 10,70 derajat lintang selatan-113,38 derajat bujur timur," jelas Daryono, dikutip dari Kompas.com, Selasa (6/12/2022).

Ia menerangkan, gempa di Jember termasuk jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi/patahan batuan di zona outerise.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun," sambung Daryono.

Baca juga: Berkaca dari Gempa di Rangkasbitung dan Jepara, Mengapa Indonesia Kerap Dilanda Gempa Bumi?

5. Puting beliung di Yogyakarta

Petugas gabungan membersihkan pohon yang tumbang akibat angin puting beliung di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta Selasa (6/12/2022)Dok Polres Bantul Petugas gabungan membersihkan pohon yang tumbang akibat angin puting beliung di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta Selasa (6/12/2022)

Kelurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dilanda angin puting beliung yang dibarengi dengan hujan berintensitas tinggi.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (6/12/2022) pukul 13.00 WIB yang menyebabkan 14 kepala keluarga atau 56 orang terdampak.

Dilansir dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), data awal puting beliung di Bantul belum menunjukkan korban luka maupun meninggal.

Namun, pantauan Kompas.com di lapangan, bencana alam ini menyebabkan 34 bangunan rusak pada bagian atap.

"Ada pohon yang menghalangi jalan-jalan. Tapi sudah terkondisikan oleh relawan dan masyarakat, untuk korban jiwa alhamdulilah tidak ada," kata Lurah Selopamioro Sugeng, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Panduan ketika Gempa Melanda Rumah, Gedung, Jalanan, hingga Area Gunung

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Antisipasi Gempa Bumi

(Sumber: Kompas.com/Ahmad Naufal Dzulfaroh, Fika Nurul Ulya, Markus Yuwono |Editor: Dita Angga Rusiana, Sari Hardiyanto, Icha Rastika)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Mengenal Pohon 'Penghasil' Madu Hutan yang Menjulang hingga 88 Meter

Mengenal Pohon "Penghasil" Madu Hutan yang Menjulang hingga 88 Meter

Tren
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di Libur Sekolah 2024

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di Libur Sekolah 2024

Tren
Apa Efek Samping Obat Asam Lambung Golongan PPI seperti Lansoprazole dan Omeprazole?

Apa Efek Samping Obat Asam Lambung Golongan PPI seperti Lansoprazole dan Omeprazole?

Tren
NASA Akan Kirim Bintang Palsu ke Orbit Bumi, untuk Menyaingi Matahari?

NASA Akan Kirim Bintang Palsu ke Orbit Bumi, untuk Menyaingi Matahari?

Tren
Gelombang Panas Serang Sejumah Negara, Bagaimana dengan Indonesia?

Gelombang Panas Serang Sejumah Negara, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Kapan Tiket Konser Bruno Mars Bisa Dibeli? Ini Perkiraan Harga dan Cara Belinya

Kapan Tiket Konser Bruno Mars Bisa Dibeli? Ini Perkiraan Harga dan Cara Belinya

Tren
Warganet Mengeluh Kedinginan di Pagi Hari pada Musim Kemarau, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Warganet Mengeluh Kedinginan di Pagi Hari pada Musim Kemarau, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Tren
10 Suplemen yang Bisa Dikonsumsi untuk Memperpanjang Umur

10 Suplemen yang Bisa Dikonsumsi untuk Memperpanjang Umur

Tren
Siap-siap, KAI Buka Lowongan 23-25 Juni 2024, Lulusan SMA Bisa Daftar

Siap-siap, KAI Buka Lowongan 23-25 Juni 2024, Lulusan SMA Bisa Daftar

Tren
Harga Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg Seluruh Indonesia per 1 Juli 2024

Harga Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg Seluruh Indonesia per 1 Juli 2024

Tren
Prakiraan BMKG: Inilah Wilayah yang Masih Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 22-23 Juni 2024

Prakiraan BMKG: Inilah Wilayah yang Masih Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 22-23 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Jadwal Laga Indonesia Vs Singapura Piala AFF U16 2024 | Kopi Bisa Mengurangi Risiko Batu Ginjal

[POPULER TREN] Jadwal Laga Indonesia Vs Singapura Piala AFF U16 2024 | Kopi Bisa Mengurangi Risiko Batu Ginjal

Tren
Apa Itu Kartu Merah Muda yang Dipakai di Copa America?

Apa Itu Kartu Merah Muda yang Dipakai di Copa America?

Tren
Apa Perbedaan Teleskop Refraktor dan Teleskop Rreflektor?

Apa Perbedaan Teleskop Refraktor dan Teleskop Rreflektor?

Tren
Mengapa Mei Terasa Lama sedangkan Juni Cepat Berlalu? Ini Kata Psikolog

Mengapa Mei Terasa Lama sedangkan Juni Cepat Berlalu? Ini Kata Psikolog

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com