Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/12/2022, 14:30 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mengajukan musik dangdut sebagai warisan budaya tak benda atau intangible cultural heritage ke UNESCO.

Hal tersebut diungkapkan Menparekraf Sandiaga Uno saat bertandang ke rumah musikus dangdut Rhoma Irama di kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Rabu (7/12/2022).

Diberitakan Kompas.com, Rabu (7/12/2022), pengajuan ini bertujuan agar musik dangdut menjadi identitas budaya Indonesia secara sah di mata dunia.

Alasan dangdut diajukan ke UNESCO

Menurut Sandiaga, keberagaman budaya Indonesia perlu diberikan pelabelan sah agar terhindar dari klaim pihak-pihak tak bertanggung jawab.

"Saya tidak ingin ber-suudzon tapi ini harus kami lakukan, paling tidak musik ini kan universal tapi kalau kami mengajukan sebagai warisan budaya tak benda maka akan mendapatkan pengakuan dan menjadi kebanggaan," papar dia.

Kendati demikian, pengajuan musik dangdut masih dalam proses lantaran Indonesia juga mengajukan warisan budaya lain, termasuk jamu, Reog Ponorogo, hingga kebaya.

Lantas, seperti apa sejarah dan asal-usul musik dangdut di Indonesia?

Baca juga: Dangdut Akan Didaftarkan Jadi Warisan Tak Benda, Rhoma Irama: Suatu Kebanggaan buat Kami


Sejarah dangdut: perpaduan musik Melayu dan India

Musik dangdut adalah musik khas Indonesia yang lahir dari perpaduan musik ala film India dan Melayu.

Dikutip dari laman Britannica, perpaduan musik ini muncul pertama kali di Jakarta pada akhir 1960-an dan mencapai popularitas pada 1970-an dan 1980-an.

Dangdut sendiri lahir dari keinginan para musisi muda urban Indonesia untuk membuat gaya musik berbeda dari modern, tetapi dapat menarik masyarakat dari berbagai kalangan.

Oleh karena itu, para musisi menyesuaikan musik Melayu dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat untuk dipadukan dengan musik jenis lain.

Musik Melayu terdiri dari seruling, gendang bergaya rebana, biola, dan berbagai macam kecapi.

Musik tersebut kemudian ditambahkan dengan ciri musik khas film India atau Bollywood yang kala itu populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Para musisi memasukkan bunyi alat musik tabla dari India yang secara verbal berbunyi dang-dut. Dari sinilah nama dangdut disematkan.

Meski secara umum hanya sedikit mengandung unsur Indonesia, akan tetapi kombinasi unsur-unsur yang disusun berhasil menciptakan bentuk musik khas Indonesia.

Kemudian seiring berjalannya waktu, musik dangdut bukan hanya dipengaruhi instrumen India. Arab juga membawa pengaruh terhadap musik ini, khususnya pada bagian cengkok dan harmonisasi nada.

Baca juga: Temui Rhoma Irama, Sandiaga Uno Ungkap Rencana Pendaftaran Dangdut Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+