Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Kamerun Tersingkir meski Mengalahkan Brasil

Kompas.com - 04/12/2022, 07:41 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KORBAN teranyar gegara aritmatika babak awal Piala Dunia 2022 setelah Tunisia, Meksiko, dan Jerman adalah Kamerun!

Meski Kamerun berhasil meng-possible-kan mission impossible dengan mengalahkan sang legenda lima kali juara Piala Dunia, Brasil dengan skor satu gol untuk Kameran dan nihil gol untuk Brasil, namun sungguh tragis bahwa Kamerun harus bergabung dengan Jerman, Tunisia, Meksiko, Belgia, Denmark, Ekuador, Iran, Wales, Arab Saudi, Kanada, Kosta Rika untuk pulang kandang!

Dapat dibayangkan betapa hancur sanubari rakyat Kamerun ketika terpaksa menghadapi kenyataan bahwa timnas Kamerun yang telah sedemikian dahsyat gagah perkasa menaklukkan sang raksasa sepakbola, Brasil, namun gegara cara itung-itungan ruwet babak awal Piala Dunia terpaksa gagal lanjut ke babak 16 besar.

Babak 16 juga punya keruwetan tersendiri di mana juara satu grup yang ini akan berhadapan dengan bukan juara satu tetapi juara dua grup yang itu sehingga ada kesebelasan yang sengaja tidak mau menjadi juara satu maupun sengaja tidak mau jadi juara dua demi tidak berhadapan dengan musuh bebuyutan yang sulit dikalahkan seperti Brasil dan Argentina atau Belanda dan Inggris.

Anda tidak mengerti yang saya maksud? Tidak apa-apa, sebab terus terang saya juga gagal paham keruwetan aturan itung-itungan Piala Dunia yang memang menganut paham jika bisa diperuwet kenapa tidak diperuwet.

Bagi Brasil dikalahkan oleh Kamerun sebenarnya tidak terlalu mengagetkan, sebab Brasil sering dikalahkan oleh tim yang diduga mustahil mengalahkan Brasil.

Fakta sejarah membuktikan bahwa Brasil dikalahkan oleh Uruguay pada babak final Piala Dunia 1950 justru di stadion sakral Rio de Jainero, Maracana meski telah diyakini termasuk oleh Uruguay bahwa Brasil pasti menjadi juara dunia.

Kemudian Brasil dihancurkan oleh Jerman pada semi final Piala Dunia 2014 dengan skor keterlaluan, yaitu 7-1 di mana satu gol buat Brasil terkesan semacam hadiah hiburan yang diikhlaskan Jerman.

Namun harus diakui bahwa di bawah gemblengan pelatih Tite, Brasil telah menorehkan prestasi cukup membanggakan, yaitu 58 kali menang, 13 kali imbang, dan cuma 5 kali kalah dalam keseluruhan 76 pertandingan internasional.

Memang Tite menargetkan Brasil menjadi juara dunia untuk ke enam kali pada Piala Dunia 2022 di Qatar setelah tersingkirkan oleh Belgia pada perempat final Piala Dunia 2018 di Moskow .

Namun untuk mewujudkan idaman Tite, timnas Brasil masih harus gigih berjuang mengalahkan lawan-lawannya termasuk Argentina sebagai musuh bebuyutan jika takdir menetapkan bahwa Brasil harus berhadapan dengan Argentina pada pertempuran Piala Dunia 2022 di Qatar.

Kini juga belum dapat diketahui apakah Brasil memang ditakdirkan untuk menjadi juara dunia ke enam kali pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+