Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/12/2022, 10:30 WIB

KOMPAS.com - Sebagian besar orang akan menjawab "Hello" saat mengangkat telepon. Meskipun jawaban bisa berbeda-beda di beberapa negara. 

Sebut saja "Moshi-Moshi" di Jepang, "Wei" di China, dan "Yeoboseyo" di Korea. 

Lantas, bagaimana awal mula "hello" digunakan untuk menjawab panggilan telepon?

Sejarah Hello untuk menjawab telepon

Dikutip dari Best Life, catatan pertama dari kata tersebut kembali ke tahun 1800-an. Saat itu, "hello" banyak digunakan sebagai ekspresi kejutan, bukan sapaan.

Untuk saling nyapa, orang-orang sejak abad pertengahan hingga masa Shakespeare menggunakan kata "hail".

Baca juga: Dari BH hingga WC, Singkatan Ini Sering Disebut tapi Tak Tahu Artinya

Kata "hail" dinilai membawa nada yang agak baik hati, karena terkait dengan kata-kata seperti "health" dan "whole".

Thomas Alva Edison

Meluasnya penggunaan "hello" sebagai sapaan adalah berkat Thomas Alva Edison, penemu lampu pijar.

Setelah Alexander Graham Bell menemukan telepon pada akhir 1800-an, orang membutuhkan cara untuk menjawab perangkat baru.

Edison kemudian menggunakan caranya sendiri untuk memberikan salam, seperti yang terekam dalam sebuah surat kepada temannya.

The New York Times mengenang bahwa Edison menulis surat yang penuh semangat kepada temannya bernama Thomas BA David pada 15 Agustus 1877.

"David, saya rasa kita tidak perlu bel panggilan, karena 'Hello!' dapat didengar sejauh 3-6 meter. Bagaimana menurutmu? Edison," bunyi surat itu.

Baca juga: Sejarah Black Friday Hari Ini, Hari Belanja dan Diskon Besar-besaran Setelah Thanksgiving

Thomas BA David merupakan Presiden Pittsburgh's Central District and Printing Telegraph Co.

Dengan kata lain, awalnya Edison tidak berpikir telepon perlu berdering, dia mengira penelepon cukup berteriak, "Halo!" kepada orang di ujung sana.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+