Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sosok Perempuan Menangis Keluar dari Rumah Ferdy Sambo, Siapa Dia?

Kompas.com - 02/12/2022, 10:30 WIB
Diva Lufiana Putri,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E mengatakan melihat sosok perempuan menangis keluar dari kediaman Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Keterangan tersebut disampaikan Bharada E saat menjadi saksi untuk terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Kehadiran sosok perempuan menangis tersebut, diduga mengiringi perubahan kebiasaan Ferdy Sambo.

Baca juga: Perempuan Menangis di Rumah Ferdy Sambo Bisa Jadi Petunjuk Ungkap Motif Tewasnya Brigadir J

Sambo dan istri bertengkar

Hal ini bermula dari Hakim Wahyu Iman Santosa yang menanyakan apakah Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi pernah bertengkar.

Diberitakan Kompas.com, Kamis (2/12/2022), Bharada E menuturkan, ada peristiwa yang mengubah kebiasaan Sambo dari semula tinggal di Jalan Bangka menjadi berada di rumah Jalan Saguling.

Saat itu, kata dia, ajudan yang mengawal Putri Candrawathi adalah Brigadir J dan Mathius.

Putri Candrawathi kemudian memerintahkan Brigadir J dan Mathius untuk bergegas pergi dari rumah pribadi yang berada di Saguling.

"Ada kejadian Yang Mulia. Jadi saya lagi di rumah, Mathius juga di rumah, almarhum (Brigadir J) datang turun dari lantai 2 bawa senjata langsung taruh di dalam mobil," ujar dia.

Kemudian, Putri memanggil Mathius dan Bharada E untuk pergi bersama. Putri meminta Mathius ikut di mobilnya bersama Brigadir J.

Sementara Bharada E, diminta ikut dengan mengendarai mobil sendiri.

Baca juga: Pengacara Putri Candrawathi Bantah Keterangan Bharada E soal Peran Kliennya dalam Pembunuhan Berencana Brigadir J

Putri Candrawathi tampak marah

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022). Sidang kali ini jaksa penuntut umum menghadirkan sembilan orang saksi.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022). Sidang kali ini jaksa penuntut umum menghadirkan sembilan orang saksi.

Tiba di Jalan Bangka, Bharada E mengatakan bahwa Putri Candrawathi tampak marah. Dia pun diminta Brigadir J untuk memarkirkan mobil di belakang rumah.

"Pada saat sampai di kediaman Bangka ibu turun kayak lagi marah jadi saya juga tidak berani nanya," terang Bharada E.

"Mungkin setengah jam kemudian Pak FS (Ferdy Sambo) pulang," lanjut dia.

Bharada E menjelaskan, Ferdy Sambo juga terlihat marah saat tiba. Brigadir J pun menginformasikan kepada para ajudan bahwa rekan Ferdy Sambo akan datang ke rumah Bangka.

"Habis itu almarhum (Brigadir J) bilang nanti ada Pak Eben yang mau datang," kata Bharada E.

Brigadir J kemudian meminta ajudan lain untuk tidak berada di dalam rumah Bangka. Menurut Bharada E, saat itu hanya Brigadir J dan Mathius yang berada di rumah.

"Semua nunggu di luar, jadi yang di belakang ada Bang Romer, Sadam, Somad ART. Mereka berempat di balakang, lalu ada saya, Alfons sama Farhan jaga di depan," ujar dia.

Selang beberapa jam, Bharada E mengaku melihat sosok perempuan keluar dari rumah Ferdy Sambo.

Perempuan itu, lanjut dia, lantas keluar mencari sopirnya dalam keadaan menangis.

"Kita enggak tahu ada kejadian apa di dalam, sekitar 1-2 jam tiba-tiba ada orang keluar dari dalam rumah. Kan pagar ditutup, jadi dia ketuk dari dalam pagar. Terus, aku bukain pagar. Terus, saya lihat ada peremuan Yang Mulia," kata Richard.

Baca juga: Pengacara Sambo Bantah Ada Perempuan Nangis di Rumah Jalan Bangka

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com