Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Maya Rachmawaty, MSc.
Dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Pembangunan Jaya

Dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Pembangunan Jaya. Peneliti dalam bidang Regulasi Media Digital. Mantan praktisi/jurnalis televisi

Mengawal Proses Moderasi Konten Media Sosial

Kompas.com - 01/12/2022, 15:16 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

NEGARA-NEGARA yang menganut sistem demokrasi menerapkan strategi deregulasi atau self- regulation dalam mengatur media digital. Pemerintah hanya memberikan koridor atau batasan-batasan yang umum, sementara aturan detailnya, seperti konten apa yang boleh tayang atau tidak boleh di media sosial, dikembalikan kepada setiap platform media digital.

Sebagai pengguna media digital, baik sebagai kreator maupun hanya penonton, tentu kita harus memahami bagaimana platform mengatur atau memoderasi konten.

Pemerintah dan masyarakat harus mengawal apakah platform-platform itu sudah menunaikan tugasnya dengan baik atau belum. Mengatur konten pengguna dalam sebuah platform nyatanya bukanlah perkara mudah.

Baca juga: Peneliti UGM: Hentikan Konten Media Sosial yang Berujung Maut

Banyak pola yang harus diamati seiring berjalannya waktu, untuk menentukan startegi regulasi konten yang tepat. Strategi itu harus efektif untuk mengatur pengguna media sosial di internet yang memiliki beragam latar belakang, budaya, hingga nilai-nilai yang dianut. Satu konten mungkin bisa terasa tidak senonoh bagi satu kelompok, tetapi terasa biasa saja bagi kelompok lainnya.

Empat strategi platform atur konten pengguna

Gillespie dalam bukunya, Custodians of the Internet: Platforms, Content Moderation, and the Hidden Decisions That Shape Social Media mengatakan, platform media sosial dengan miliaran pengguna seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube membuat ‘Terms and Conditions’ dan ‘Community Guidelines’ sebagai fondasi regulasinya. Mereka juga menerapkan setidaknya empat strategi untuk mengatur konten penggunanya, yakni automatic-detection, human moderator, community flagging, dan filter/censorship.

Strategi pertama adalah automatic-detection. Dengan menggunakan artificial intelligent (AI), platform memiliki sistem yang dapat mendeteksi secara otomatis konten-konten yang tidak pantas dipublikasikan, seperti konten yang berhubungan dengan pornografi, terorisme, kekerasan atau pelanggaran copyrights.

Pendeteksian bisa dilakukan menggunakan kata kunci atau pola bentuk dan warna dalam sebuah foto yang kemudian dikonversi menjadi rangkaian kode, sebagai referensi untuk mendeteksi foto atau video yang tidak pantas (inappropriate content).

Instagram, misalnya, akan mendeteksi dan menghapus (take down) foto yang Anda unggah, jika mengandung unsur pornografi seperti memperlihatkan organ vital atau aktivitas seksual.

Penerapan automatic-detection ini tentu sangat membantu pihak platform, karena ada banyak sekali konten yang diunggah setiap waktunya. Mereka akan kewalahan jika deteksi dilakukan oleh manusia.

Namun, fitur ini memiliki kelemahan, yaitu mesin pendeteksi hanya bisa mendeteksi konten yang tidak senonoh, namun tidak dapat menganalisa atau mengerti konteks penggunaanya. Misalnya, seseorang menggunakan bahasa vulgar untuk memberikan pendidikan seks, meski bertujuan baik, mesin akan mengklasifikasikannya sebagai konten yang tidak pantas

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+