Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/11/2022, 12:05 WIB
Dandy Bayu Bramasta,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Besaran upah minimum provinsi (UMP) 2023 untuk sejumlah daerah telah diketok.

Mengacu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18/2022, batas akhir pengumuman UMP 2023 yakni pada Senin (28/11/2022).

Sementara, penetapan upah minimum kabupaten (UMK) diberi waktu hingga 7 Desember 2022.

Menaker Ida Fauziyah berharap, perubahan jadwal tersebut dapat memberikan kesempatan dan waktu yang cukup bagi Dewan Pengupahan Daerah (Dapeda) dalam menghitung upah minimum 2023 sesuai dengan formula baru.

"Upah minimum provinsi dan upah minimum kabupaten/kota yang telah ditetapkan mulai berlaku pada 1 Januari 2023," ujarnya dalam keterangan resmi yang diunggah Instagram Kemnaker, Sabtu (19/11/2022).

Baca juga: Rincian UMP 2023 di Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara


Lantas, untuk UMP 2023 di Jawa Bali, mana yang paling tinggi?

Daftar UMP 2023 Jawa Bali

Berikut perincian UMP 2023 Jawa Bali, dari yang paling besar hingga terkecil:

  1. DKI Jakarta: Rp 4.901.798
  2. Bali: Rp 2.713.672
  3. Banten: Rp 2.661.280
  4. Jawa Timur: Rp 2.040.244
  5. Jawa Barat: Rp 1.986.670
  6. DI Yogyakarta: Rp 1.981.782, dan
  7. Jawa Tengah: Rp 1.958.169.

DKI Jakarta seperti tahun-tahun sebelumnya menjadi yang paling tinggi dengan UMP 2023 sebesar Rp 4.901.798.

Sementara di posisi buncit ada UMP 2023 Provinsi Jawa Tengah dengan besaran Rp 1.958.169.

Baca juga: UMP di Sejumlah Daerah Sudah Diumumkan, UMK Kapan?

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI (@kemnaker)

Baca juga: Daftar UMP 2023: DKI Tertinggi, Jawa Tengah Terendah

Formula penghitungan upah minimum 2023

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-JSK) Kemenaker yang juga Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas), Indah Anggoro Putri.DOK. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-JSK) Kemenaker yang juga Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas), Indah Anggoro Putri.
Diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-JSK) Kemnaker Indah Anggoro Putri menjelaskan, formula penghitungan upah minimum 2023 mencakup:

  • Variabel inflasi
  • Pertumbuhan ekonomi, dan
  • Variabel alfa

Baca juga: Alasan Mengapa UMP 2022 di Pulau Jawa Rata-rata Rendah

Variabel alfa merupakan kontribusi tenaga kerja pada pertumbuhan ekonomi yang bentuknya berupa suatu nilai tertentu dari rentang nilai yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat, yaitu antara 0,10-0,30.

Di rentang itulah, Dewan Pengupahan Daerah (Dapeda) melakukan perhitungan atau penentuan dengan mempertimbangkan produktivitas dan perluasan kesempatan kerja sesuai daerahnya.

Hal ini yang menjadi letak ruang diskusi atau dialog bagi anggota Depeda. Serta menjadi kesempatan bagi Depeda untuk melaksanakan peran strategisnya dalam memberikan saran dan rekomendasi kepada gubernur selaku pejabat pemerintah yang berwenang menetapkan UM 2023.

Baca juga: Dulu Disebut UMR, Kini UMK dan UMP...

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Daftar UMP 2022 di 34 Provinsi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Terkini Lainnya

Meski Jadi Provinsi dengan Keluarga Paling Bahagia di Indonesia, Angka Stunting di Aceh Masih Tinggi

Meski Jadi Provinsi dengan Keluarga Paling Bahagia di Indonesia, Angka Stunting di Aceh Masih Tinggi

Tren
Ilmuwan Temukan Gunung Bawah Laut, Tingginya Tiga Kali Burj Khalifa

Ilmuwan Temukan Gunung Bawah Laut, Tingginya Tiga Kali Burj Khalifa

Tren
Gadis Gowa Diperkosa Anak Pejabat di Mobil Dinas Orangtuanya

Gadis Gowa Diperkosa Anak Pejabat di Mobil Dinas Orangtuanya

Tren
Sosok Mukesh Ambani, Orang Terkaya di Asia yang Gelar Pesta Pranikah Mewah untuk Anaknya

Sosok Mukesh Ambani, Orang Terkaya di Asia yang Gelar Pesta Pranikah Mewah untuk Anaknya

Tren
BPJS Kesehatan Nonaktif Setelah Resign, Apakah Peserta Harus Daftar Lagi?

BPJS Kesehatan Nonaktif Setelah Resign, Apakah Peserta Harus Daftar Lagi?

Tren
Waktu Sarapan dan Makan Malam Terbaik untuk Menghilangkan Lemak Perut, Pukul Berapa?

Waktu Sarapan dan Makan Malam Terbaik untuk Menghilangkan Lemak Perut, Pukul Berapa?

Tren
Pria Ini Habiskan Rp 34 Juta agar Istri Bisa Nonton Taylor Swift

Pria Ini Habiskan Rp 34 Juta agar Istri Bisa Nonton Taylor Swift

Tren
Daftar Negara dengan Tingkat Obesitas Tertinggi Dunia 2024, Ada Indonesia?

Daftar Negara dengan Tingkat Obesitas Tertinggi Dunia 2024, Ada Indonesia?

Tren
Bisakah Iuran BPJS Kesehatan Disetop agar Tunggakan Tidak Bertambah? Berikut Penjelasannya

Bisakah Iuran BPJS Kesehatan Disetop agar Tunggakan Tidak Bertambah? Berikut Penjelasannya

Tren
Berlangsung hingga 17 Maret, Ini Target Operasi Keselamatan 2024

Berlangsung hingga 17 Maret, Ini Target Operasi Keselamatan 2024

Tren
Ramai soal Tradisi Bau Nyale, Amankah Cacing Nyale Dikonsumsi Mentah?

Ramai soal Tradisi Bau Nyale, Amankah Cacing Nyale Dikonsumsi Mentah?

Tren
Dugaan Penyebab Ledakan di Asrama Mako Brimob Surabaya

Dugaan Penyebab Ledakan di Asrama Mako Brimob Surabaya

Tren
Makanan Ultra Proses Dikaitkan dengan 32 Masalah Kesehatan, Termasuk Obesitas

Makanan Ultra Proses Dikaitkan dengan 32 Masalah Kesehatan, Termasuk Obesitas

Tren
3 Jenis Kecelakaan yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan pada 2024

3 Jenis Kecelakaan yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan pada 2024

Tren
5 Manfaat Meditasi Jalan Kaki bagi Kesehatan

5 Manfaat Meditasi Jalan Kaki bagi Kesehatan

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com