Kompas.com - 24/11/2022, 19:11 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

GAYA konsumsi microgreen kini menyebar luas. Bermula tahun 1980-an di San Francisco, California Selatan, hal itu kini menyebar ke seluruh dunia. Dari sajian garnis atau penghias makanan di resto besar hingga menjadi sajian keseharian di aras rumah tangga.

Berbagai informasi di media masa mengunggulkan aspek nutrisi microgreen. Pelaku gaya hidup sehat pun merespon dengan cepat. Namun diperlukan kesiapan untuk mencerna informasi secara cerdas.

Budidaya dan nilai gizi microgreen

 

Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (FPB-UKSW) Salatiga, Jawa Tengah menggelar expo dan pelatihan urban farming pada tanggal 24-25 November 2022. Salah satu sesi adalah pelatihan tentang microgreen. Edukasi meliputi aspek budidaya, nilai gizi, penyajian dalam olahan sehat, dilanjutkan evaluasi oleh peserta.

Baca juga: Cara Menanam Bibit Microgreen di Rumah

Pada dasarnya microgreen merupakan tanaman yang baru lahir (tumbuh). Lalu apa perbedaannya dengan kecambah?

Kecambah tumbuh sekitar 3-5 hari, tidak memerlukan media tumbuh pun cahaya, hanya membutuhkan kelembaban. Kecambah berupa akar, batang, dan kotiledon yang belum mekar sempurna. Seluruh bagian tersebut bisa dikonsumsi.

Microgreen fase antara kecambah dan babygreen. Microgreen memerlukan media tumbuh dan cahaya matahari. Umur 7-14 hari tergantung jenisnya. Wujudnya berupa batang, kotiledon yang membuka sempurna serta calon daun sejati berwarna kehijauan. Microgreen dikonsumsi tanpa bagian akarnya.

Pada dasarnya microgreen berawal dari benih apa saja, utamanya yang tidak beracun dan aman untuk dimakan, juga disesuaikan dengan kebiasaan dan ketersediaan benih setempat.

Misalnya biji sawi hijau maupun putih, bunga matahari, kangkung, dan bit. Benih dipilih yang memiliki viabilitas tinggi, sehat, dan tidak mengalami perlakuan kimiawi.

Untuk media tanam dapat menggunakan media air maupun zat padat. Pasir, arang sekam yang sudah dibersihkan ataupun tumpukan kertas merang dapat digunakan. Sebagai wadah dapat digunakan nampan tray yang banyak di pasaran.

Bisa juga menggunakan wadah sederhana yang tersedia di rumah. Harus memiliki drainase cukup bila menggunakan media padat. 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.