Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/11/2022, 08:25 WIB

KOMPAS.com - Kasus Covid-19 masih menghantui banyak negara di penjuru dunia. Di Indonesia sendiri, kasus Covid-19 kembali meningkat dengan catatan penambahan kasus harian yang tinggi.

Dilansir dari Worldometer, Jumat (11/11/2022) pagi, total kasus konfirmasi Covid-19 di dunia mencapai 639.073.506. Sebanyak 6.610.978 pasien dinyatakan meninggal dunia dan 618.777.540 berhasil sembuh.

Dari total kasus tersebut, Amerika Serikat masih menjadi negara pertama dengan total kasus Covid-19 terbanyak. Di nomor dua ada India yang kemudian disusul oleh Perancis di urutan ketiga.

Berikut 5 negara di dunia dengan kasus Covid-19 paling tinggi:

  1. Amerika Serikat: 99.818.999 kasus, 1.099.606 pasien meninggal, dan 97.335.078 dinyatakan sembuh
  2. India: 44.664.391 kasus, 530.514 dinyatakan meninggal dunia, dan 44.120.267 sembuh
  3. Perancis: 37.068.088 kasus, 157.671 meninggal dunia, dan 36.366.987 sembuh
  4. Jerman: 35.971.322 kasus, 155.187 di antaranya meninggal dunia, dan 34.818.500 sembuh
  5. Brasil: 34.919.019 kasus, 688.617 di antaranya meninggal dunia, dan 34.085.759 sembuh.

Baca juga: Menkes Ingatkan Segera Vaksinasi Booster Covid-19 untuk Kurangi Risiko Kematian


Kasus Covid-19 di Indonesia

Di Indonesia, kasus Covid-19 kembali melonjak. Bahkan, varian XBB juga sudah terdeteksi di Indonesia.

Dalam kurun satu minggu terakhir saja, angka kenaikan kasus Covid-19 terjadi di 30 provinsi Indonesia. Di level nasional, terjadi peningkatan kasus sekitar 4.700-4.900 kasus dalam empat hari terakhir.

Dilansir dari laman Satgas Covid-19, Jumat (11/11/2022) pagi, kasus harian Covid-19 di Indonesia mencapai 6.544.201 kasus.

Sebanyak 6.339.381 pasien dinyatakan sembuh terhitung sejak Covid-19 masuk di indonesia 2020 lalu. Sementara sebanyak 158.989 pasien dinyatakan meninggal dunia akibat virus yang memicu pandemi ini.

Dengan adanya penambahan tersebut, kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia saat ini adalah 6.329.143.

Dari total kasus tersebut, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi per 11 November 2022. Tercatat sebanyak 1.425.915 kasus terjadi di Ibu Kota Indonesia ini.

Kemudian, disusul oleh Jawa Barat dengan kasus sebanyak 1.179.690 dan Jawa Tengah, di urutan ketiga, dengan 637.982 kasus.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Saat Kasus Covid-19 Kembali Naik, Berikut Aturannya

Mayoritas pasien meninggal belum divaksin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G. Sadikin mengatakan, mayoritas penyebab pasien Covid-19 dengan kondisi berat hingga kritis di rumah sakit dan pasien yang meninggal dikarenakan tidak divaksin atau belum mendapatkan vaksin booster.

"Kalau sudah booster, maka risiko kesakitan dan kematian karena COVID-19 turun jauh dibandingkan yang belum vaksin," ucap Menkes Budi, dilansir dari laman Kemenkes.

Dari periode 4 Oktober hingga 8 November 2022, tercatat sebanyak 27.081 pasien konfirmasi positif Covid-19 mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Warga menerima booster vaksin Pfiser di Kereta Api Rail Clinic di Stasiun Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. KA Rail Clinic melayani kesehatan di masyarakat sekitar stasiun.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Warga menerima booster vaksin Pfiser di Kereta Api Rail Clinic di Stasiun Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. KA Rail Clinic melayani kesehatan di masyarakat sekitar stasiun.

Dari jumlah tersebut, hampir separuh atau sebanyak 10.639 pasien memiliki gejala sedang, berat hingga kritis. 74 persen diantara pasien tersebut belum mendapatkan vaksin booster.

Sebanyak 1.373 pasien tercatat meninggal dunia pada periode yang sama, sebanyak 84 persen di antaranya juga belum mendapatkan vaksin booster.

Kematian tertinggi terjadi pada kelompok lansia dan 50 persen lansia ini belum mendapatkan vaksinasi.

Oleh sebab itu, Budi mengimbau agar seluruh dinas kesehatan  terus menggenjot capaian vaksinasi di wilayahnya masing-masing dan mengaktifkan sentra-sentra vaksinasi atau dengan upaya jemput bola kepada masyarakat agar masyarakat mendapatkan akses vaksin booster.

Baca juga: Update Covid-19 per 8 November 2022: Bertambah 3.828 Kasus di Indonesia dan 42 Kematian

Kasus Covid-19 di Korsel tertinggi dalam dua bulan

Lonjakan kasus virus corona juga terjadi di Korea Selatan. Bahkan, lonjakan kasus Covid-19 di Korsel mencapai level tertinggi dalam hampir dua bulan pada Rabu (9/11/2022).

Negeri Gingseng itu melaporkan 62.472 kasus Covid-19 baru, termasuk 42 dari luar negeri. Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), total kasus Covid-19 di negara itu menjadi 25.981.655.

"Kasus baru telah menunjukkan tren peningkatan selama empat minggu berturut-turut, dan tingkat reproduksi melampaui 1 selama tiga minggu berturut-turut," kata Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min, dikutip dari The Korea Herald.

Pada Rabu (9/11/2022), kasus kematian akibat Covid-19 di Korsel bertambah sebanyak 59 pasien. Hal ini membuat jumlah kematian pasien Covid-19 meningkat menjadi 29.479 dengan tingkat kematian adalah 0,11 persen.

Adapun jumlah pasien yang sakit kritis mencapai 336 hanya dalam kurun 24 jam dari hari sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Sayuran yang Boleh Dimakan Penderita Asam Lambung

7 Sayuran yang Boleh Dimakan Penderita Asam Lambung

Tren
Viral, Foto Mobil Bertuliskan Batalyon Komando 464 Kopasgat Disebut Warganet Odong-odong Militer, Kendaraan Apa Itu?

Viral, Foto Mobil Bertuliskan Batalyon Komando 464 Kopasgat Disebut Warganet Odong-odong Militer, Kendaraan Apa Itu?

Tren
6 Tanda Orang Berbohong Bisa Dilihat dari Wajah, Perhatikan Mata dan Rahang

6 Tanda Orang Berbohong Bisa Dilihat dari Wajah, Perhatikan Mata dan Rahang

Tren
Ramai soal Penipuan Berkedok Undangan Nikah, Pakar: Saldo Bisa Terkuras Habis

Ramai soal Penipuan Berkedok Undangan Nikah, Pakar: Saldo Bisa Terkuras Habis

Tren
Sering Bikin Bingung, Ini Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

Sering Bikin Bingung, Ini Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

Tren
Sains dan Pemuda sebagai Masa Depan Islam

Sains dan Pemuda sebagai Masa Depan Islam

Tren
Ramai soal Kereta Panoramic Akan Digandeng di KA Argo Wilis dan Argo Parahyangan, Mulai Kapan dan Berapa Harga Tiketnya?

Ramai soal Kereta Panoramic Akan Digandeng di KA Argo Wilis dan Argo Parahyangan, Mulai Kapan dan Berapa Harga Tiketnya?

Tren
Fitur Baru WhatsApp, Satu Akun Bisa Dipakai di Dua Ponsel

Fitur Baru WhatsApp, Satu Akun Bisa Dipakai di Dua Ponsel

Tren
6 Fakta Kasus Tabrak Lari yang Tewaskan Mahasiswi Selvi Amalia di Cianjur

6 Fakta Kasus Tabrak Lari yang Tewaskan Mahasiswi Selvi Amalia di Cianjur

Tren
Beda Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Apa Saja Tugasnya?

Beda Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Apa Saja Tugasnya?

Tren
Viral, Video Babinsa Terima Amplop Berlogo Kemenhan Berisi Uang Rp 1 Juta, Bagaimana Penjelasannya?

Viral, Video Babinsa Terima Amplop Berlogo Kemenhan Berisi Uang Rp 1 Juta, Bagaimana Penjelasannya?

Tren
Gejala Kolesterol Rendah dan Cara Mengatasinya

Gejala Kolesterol Rendah dan Cara Mengatasinya

Tren
Viral, Video Aksi Calon Masinis Perempuan “Tunjuk-Sebut” Berangkatkan Kereta, KAI: Merangkul Semua Gender

Viral, Video Aksi Calon Masinis Perempuan “Tunjuk-Sebut” Berangkatkan Kereta, KAI: Merangkul Semua Gender

Tren
Awas Stunting! Kenali Ciri-ciri dan Cara Mengukurnya pada Anak

Awas Stunting! Kenali Ciri-ciri dan Cara Mengukurnya pada Anak

Tren
Mengenal Chrometophobia, Fobia pada Uang, Gejala dan Penyebabnya

Mengenal Chrometophobia, Fobia pada Uang, Gejala dan Penyebabnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+