Bahaya bagi Kesehatan, Stop Tidur Pakai Earphone, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 05/10/2022, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Sebuah twit mengenai warganet yang menanyakan apakah tidur sambil mendengarkan musik melalui headset atau earphone aman bagi kesehatan, beredar di media sosial pada Selasa (4/10/2022).

Warganet itu menambahkan, ia ingin mendengarkan musik hingga bisa tertidur.

"Tidur pke earphone yay/nay? anw ad yg pernah? agak bahaya ga sih wkkw tp pgn tidur smbil dgr musik biar ngantuk," tulis pengunggah dalam twit.

Lalu, amankah jika kita tertidur masih menggunakan headset?

Baca juga: Ini Perbedaan Earphone, Headset, dan Headphone

Penjelasan dokter

Dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dr. Chusnu Romdhoni,Sp.THT-KL mengatakan bahwa kegiatan tidur sambil menggunakan headset sangat tidak dianjurkan. 

"Untuk kebiasaan itu sangat tidak dianjurkan, karena telinga akan terpapar suara (beban) secara terus-menerus," ujar Romdhoni saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/10/2022).

Menurut dia, saat seluruh tubuh istirahat, sebaiknya jauhi atau hindari aktivitas lain yang menyebabkan respons tubuh bekerja.

"Saat waktunya seluruh tubuh istirahat, tapi telinganya tidak istirahat," lanjut dia.

Selain itu, mendengarkan musik saat kita sudah tertidur juga menyebabkan dampak pada kesehatan.

Dampak tersebut berpengaruh dari faktor intensitas volume dan lamanya waktu mendengarkan musik tersebut.

"Kalau suara terlalu keras dan didengarkan cukup lama, maka bisa terjadi penurunan kemampuan dengar (ini sering terjadi), dan telinga berdengung," kata Romdhoni.

Baca juga: Selain Bahaya, Mendengarkan Musik Pakai Headset Saat Naik Motor Bisa Didenda Rp 750.000


Dampak kerusakan bisa permanen

Romdhoni menambahkan, dampak atau gangguan yang sudah terlanjur terjadi akibat mendengarkan musik yan berlebihan ini bisa sulit sembuh atau kembali ke kondisi normal.

Sebab, hal tersebut bisa berdampak secara permanen.

"Kalau sudah sakit perlu diterapi, harapannya sel pendengaran masih bisa kembali norma. Tapi biasanya sulit," ujar Romdhoni.

"Alasannya sel rambut (salah satu bagian dari organ yang menerima suara) kalau sudah rusak akan terjadi permanen," kata dia.

Namun, jika faktor penyebab gangguannya karena kecapekan (fatigue), Romdhoni menyampaikan, masih bisa kembali normal.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.