Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Until Tomorrow: Antara Lesti Kejora, Rizky Billar, dan Prank Baim Paula

Kompas.com - 05/10/2022, 05:44 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

"A happy marriage is a long conversation which always seems too short." — Andre Maurois

PERNIKAHAN yang bahagia adalah percakapan panjang yang selalu terasa terlalu singkat. Andai saja Rizky Billar bisa mencerna makna terdalam dari kalimat di atas, mungkin saja kisah pilu yag dialami Lesti Kejora tidak akan terjadi.

Jujur saja saya “baru” mengenal mereka dan akhirnya mengikuti kisah sengkarut pernikahan pasangan selebritas itu karena “menggegerkan” jagat percakapan para pedagang di Pasar Lawata di Kendari, Sulawesi Tenggara atau menjadi isu terkini di ibu-ibu PKK di pelosok Jajag, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kisah sengkarut rumah tangga artis jebolan pencarian bakat penyanyi dangdut di sebuah stasiun televisi swasta itu, begitu masif dan mengharu biru disiarkan di layar kaca dan diberitakan di media online, riuh dikupas di media sosial bahkan cuplikan pertengkaran antara Lesti dengan Rizky bersliweran di lini masa.

Isu publik soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dampak perang Rusia dengan Ukraina atau pencapresan Anies Baswedan oleh Nasdem masih “kalah” dengan drama yang ditampilkan dari gonjang-ganjing pernikahan Lesti dengan Rizky.

Polemik penarikan hakim Aswanto dari Mahkamah Konstitusi oleh DPR malah kalah “pamor” dengan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Rizky terhadap Lesti.

Publik selama ini menilai, pernikahan antara Lesti dengan Rizky adalah representasi dari keidealan pasangan.

Sama-sama menjadi idola banyak orang, sama-sama terkenal, masing-masing sukses meraih popularitas dan raihan materi, keduanya berparas elok dan dipersandingkan dalam mahligai pernikahan mewah adalah kesempurnaan dalam bayangan publik.

Belum lagi, pernikahan mereka digelar mahal dan wangi di hotel berbintang mewah. Persis dengan kisah pernikahan pangeran dan permaisurinya. Begitu sempurna dan membuat iri para jomblo sejati atau pendamba pasangan ideal.

Dugaan KDRT yang dilakukan Rizky terhadap Lesti kini memasuki babak baru, usai Lesti melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Bahkan Lesti sempat dirawat intensif di sebuah rumah sakit akibat luka yang dialaminya. Selain trauma psikis, Lesti harus mendapatkan perawatan karena tulang leher bergeser dan lebam di beberapa bagian tubuh (Kompas.com, 04/10/2022).

Mungkin saja Rizky khilaf atau tersulut emosinya sehingga perbuatannya terhadap istrinya tidak terkendali akibat pertengkarannya dengan Lesti.

Sama seperti ibu-ibu “pecinta” sinetron, kalangan pesohor tanah air atau tiktokers, tentunya kita berharap pernikahan antara Lesti dengan Rizky bisa terselematkan dan membangun kebahagian kembali.

Andai saja Rizky dan Lesti sempat menonton film layar lebar “Until Tomorrow” garapan sutradara Hadra Daeng Ratu, mungkin saja mereka tidak saling berseteru dan tidak ada cerita tentang KDRT.

Film yang diangkat berdasar kisah nyata percintaan pasangan Alan Tito asal Semarang, Jawa Tengah dengan Daslina Sombi, gadis dari Baubau, Sulawesi Tenggara.

Kisah kasih yang berakhir tragis itu bermula “ramai” di tiktok. Karena viral, cerita pernikahan singkat antara Alan Tito dengan Daslina Sombi menjadi inspirasi bagi pembuatan film ini.

Cintai pasanganmu sepanjang hidupmu

“Mengapa kamu selalu menyebut akan mencintaiku hingga hari esok? Kenapa kamu harus bilang esok adalah segalanya?”

Selarik kalimat itu begitu membekas di benak penonton “Until Tomorrow” di saat Dave Mahenra yang memerankan Alan Tito mempertanyakan cintanya kepada Deslina Sombi yang dimainkan Clara Bernadeth dengan apik.

Dalam film ini, Haka menjadi nama panggilan untuk Dave atau Alan di dunia nyata. Sedangkan Deslina yang diperankan Clara, mempunyai nama Sarah.

Sarah tidak ingin penyakit kanker darah stadium 3 yang menggerogoti dirinya menjadi beban pernikahannya dengan Haka.

Vonis penyakit mematikan itu diterima Sarah dengan mendadak di saat kisah cintanya terhadap Haka tengah membuncah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.