Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/10/2022, 18:30 WIB

KOMPAS.com - Gas air mata menjadi sorotan usai kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022).

Tragedi yang menewaskan 125 orang berdasarkan data kepolisian itu terjadi setelah laga pertandingan Arema FC melawan Persebaya.

Sebagaimana diberitakan Kompas.id(2/10/2022), persoalan terjadi saat pertandingan selesai dan suporter turun ke lapangan.

Kemudian, kisruh terjadi dan polisi melepaskan gas air mata. Saat itulah, suporter berlarian dan berusaha untuk keluar Stadion Kanjuruhan.

"Rata-rata korban meninggal karena terinjak-injak dan sesaknafas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo.

Lantas sebenarnya, bagaimana aturan penggunaan gas air mata oleh kepolisian?

Baca juga: Apakah Gas Air Mata Bisa Menyebabkan Kematian? Ini Kata Dokter

Aturan penggunaan gas air mata oleh kepolisian

Secara umum penggunaan gas air mata oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan rusuh.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Tengah Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy.

"Saat ini Polri menggunakan gas air mata sudah diatur dalam SOP pengamanan rusuh," ujar Iqbal, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/10/2022).

SOP tersebut, tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+