Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

1618 Lebih Ajaib Dibanding 1089?

Kompas.com - 03/10/2022, 20:44 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DARI berbagai pihak, naskah “Lebih Lanjut Tentang Keajaiban 1089” (Kompas.com, 26 September 2022) memperoleh cukup banyak masukan konstruktif untuk melengkapi.

Satu di antara masukan melengkapi adalah bahwa sebenarnya ada angka yang lebih ajaib ketimbang 1089, yaitu 1618 yang disebut sebagai golden number alias angka emas. Saya berterima kasih atas masukan tentang 1618 lebih ajaib ketimbang 1089.

Tanpa mengurangi rasa terima kasih, saya perlu meluruskan bahwa sebenarnya 1618 bukan angka emas, tetapi rasio emas atau proporsi surgawi yang di dalam matematika dirumuskan sebagai (1 + V5) /2 yang kerap diaksara-Junanikan sebagai Phi (bukan pi!) kira-kira setara 1618.

Golden Ratio menurut ensiklopedia Brittanica agar tidak keliru petik saya copas sebagai berikut: “It is the ratio of a line segment cut into two pieces of different lengths such that the ratio of the whole segment to that of the longer segment is equal to the ratio of the longer segment to the shorter segment. The origin of this number can be traced back to Euclid, who mentions it as the “extreme and mean ratio” in the Elements. In terms of present day algebra, letting the length of the shorter segment be one unit and the length of the longer segment be x units gives rise to the equation (x + 1)/x = x/1; this may be rearranged to form the quadratic equation x2 – x – 1 = 0, for which the positive solution is x = (1 + Square root of √5)/2, the golden ratio”.

Menurut pendapat saya, 1089 dan 1618 sama-sama memiliki keajaiban masing-masing sehingga tidak bisa dikatakan bahwa yang satu lebih ajaib ketimbang yang lain.

Berdasar hasil penelitian Pusat Studi Angkamologi sejauh ini dapat disimpulkan bahwa setiap angka pada hakikatnya memiliki keajaiban masing-masing yang tidak lebih maupun tidak kurang terhadap satu dengan lain-lainnya.

Bahkan setiap angka —- sesuai mashab ajaibmu ajaibmu, ajaibku ajaibku — pada hakikatnya secara angkamologis juga bebas merdeka untuk ditafsirkan sebagai ajaib, namun juga sama sekali tidak ajaib! MERDEKA!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.