Taufan Teguh Akbari
Dosen

Pengamat dan praktisi kepemudaan, komunikasi, kepemimpinan & komunitas. Saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Rektor 3 IKB LSPR, Head of LSPR Leadership Centre, Chairman Millennial Berdaya Nusantara Foundation (Rumah Millennials), Pengurus Pusat Indonesia Forum & Konsultan SSS Communications.

Belajar dari Kepemimpinan Gautam Adani, Orang Terkaya Nomor 2 di Dunia

Kompas.com - 30/09/2022, 09:36 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

BEBERAPA hari lalu, ada satu berita yang menarik perhatian saya, yaitu munculnya sosok pengusaha dari Asia yang menempati daftar 10 (top 10) orang terkaya di dunia.

Biasanya, daftar orang terkaya didominasi sosok pengusaha dari dunia Barat. Katakanlah Bill Gates, Jeff Bezos, Elon Musk, Warren Buffet, Mark Zuckeberg, dan lain-lain.

Kini, mereka mulai tergeser oleh seorang pengusaha asal India, Gautam Adani. Dalam beberapa bulan terakhir, Gautam Adani terus meningkat kekayaannya.

Berita terbaru mengungkapkan bahwa dia menempati peringkat kedua sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaannya hanya satu peringkat di bawah Elon Musk, pengusaha futuristik yang sukses dengan Tesla.

Gautam menggeser Jeff Bezos, founder dari Amazon. Di September 2022, total kekayaan CEO Adani Group adalah Rp 2.300 triliun, dalam kurs dollar sebesar 155,5 miliar dollar.

Baca juga: Geser Jeff Bezos, Taipan India Gautam Adani Menjadi Orang Terkaya di Dunia Kedua

Saya yakin akan banyak sosok pengusaha dari benua Asia yang akan menempati top 10 orang terkaya dan menggeser dominasi dari dunia Barat.

Akan tetapi, apa yang membuat saya tertarik bukanlah jumlah kekayaannya yang fantastis, melainkan sejarah hidupnya yang membuat saya terinspirasi dengan sosok perjalanan seorang Gautam Adani.

Latar belakang tak jadi belenggu

Pada 2019, penelitian SMERU Research Institute sempat menghebohkan publik. Riset yang meneliti tingkat pendapatan anak dari keluarga ekonomi rendah setelah mereka dewasa menyimpulkan satu hal yang cukup mengganggu bagi banyak orang.

Menurut riset itu, pendapatan anak dari keluarga prasejahtera setelah dewasa 87 persen lebih rendah dibandingkan anak-anak yang terlahir dari keluarga yang sejahtera.

Cukup banyak orang yang menentang hasil penelitian itu. Menurut mereka yang menentang, orang prasejahtera pun dapat keluar dari jerat kemiskinan asal mereka bekerja keras.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemiskinan adalah masalah yang kompleks. Ada dimensi budaya, ekonomi, dan sosial-politik. Kita tidak bisa melihat dari satu faktor semata.

Namun, saya sepakat bahwa kita pun bisa keluar dari jerat kemiskinan dan mengubah pola pikir kita. Ini yang Gautam Adani buktikan.

Gautam berasal dari keluarga yang bisa dikatakan prasejahtera menurut standar di India. Ayahnya seorang pedagang tekstil yang penghasilannya tak menentu. Namun, dia bertekad untuk menyekolahkan delapan orang anaknya sampai ke jenjang pendidikan tinggi.

Gautam dikuliahkan di Universitas Gujarat. Pada fase menjadi mahasiswa, Gautam mengambil keputusan penting yang akan mengubah nasib hidupnya. Dia memutuskan untuk berhenti kuliah.

Di umur 16 tahun, dengan hanya bermodalkan 1.000 rupee, dia pergi ke Mumbai. Kota tersebut dijuluki sebagai “The City of Dreams.” Mirip dengan Jakarta yang masih jadi favorit para perantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Dari sini, ada sebuah pelajaran penting bagi kita, yaitu keberanian mengambil risiko. Memang, perbedaannya tipis antara kenekatan dan keberanian. Akan tetapi, saat memutuskan untuk dropout, dia sudah mempertimbangkan pilihan dan konsekuensi baik atau buruknya.

Selain itu, dia berefleksi tentang kelebihan dan kekurangan dirinya. Dia merasa tidak mampu menyelesaikan pendidikan tingginya dan ingin menggunakan waktunya untuk belajar hal yang lebih besar.

Baca juga: Gautam Adani, Orang Terkaya Ketiga di Dunia yang Baru Asal India, Ini Bisnisnya

Karena itu, dengan segala pro dan kontranya, dia memutuskan untuk berhenti kuliah dengan pertimbangan yang sangat matang. Gautam memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, setidaknya terhadap diri sendiri atau disebut dengan self-leadership.

Salah satu ciri seseorang berhasil memimpin dirinya adalah munculnya keinginan kuat untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi. Ia juga memiliki tingkat self-regulation yang tinggi.

Ini terlihat dari Gautam yang memutuskan dengan penuh pertimbangan baik dan buruknya keputusan yang dia ambil.

Filsuf Yunani, Aristoteles, pernah mengatakan, "Courage is the mother of all virtues because without it, you cannot consistently perform the others." Karena keberanianlah, seseorang bisa selangkah di depan yang lainnya.

Semangat belajar, kesiapan dan kesempatan

Setelah dia memutuskan untuk pergi ke Mumbai, dia bekerja sebagai penyortir berlian selama 2-3 tahun. Kesempatan yang didapatkan Gautam dia manfaatkan sebaik mungkin untuk mempelajari seluk-beluk perdagangan, khususnya bidang bisnis yang dia tekuni.

Gautam punya semangat belajar yang sangat tinggi untuk bisa menguasai sesuatu. Salah satu pelajaran kepemimpinan dari sosok Gautam adalah bahwa dia memiliki hasrat untuk belajar yang sangat tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.