Kompas.com - 30/09/2022, 07:45 WIB

KOMPAS.com - Peristiwa G-30-S atau Gerakan 30 September masih diselimuti misteri hingga kini.

Dalam peristiwa tersebut, enam jenderal dan satu perwira TNI Angkatan Darat menjadi korban.

Ketujuh korban itu kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi. Mereka dibunuh lalu dimasukkan ke dalam sumur Lubang Buaya di Jakarta Timur.

Apa yang menyebabkan penculikan dan pembunuhan yang membabi buta tersebut?

Baca juga: Sejarah Gerwani, Gerakan Wanita Indonesia yang Dikaitkan dengan Aksi G30S

Pemicu peristiwa G-30-S

Dilansir dari Kompas.com, 30 September 2020, PKI menuding para perwira tersebut akan melakukan makar terhadap Presiden Soekarno melalui Dewan Jenderal.

Hal tersebut diduga menjadi pemicu peristiwa G-30-S. PKI berdalih hendak menyelamatkan Republik Indonesia dari apa yang mereka sebut sebagai Dewan Jenderal.

Menurut mereka, Dewan Jenderal merupakan gerakan subversif dan disponsori oleh CIA dan bermaksud menggulingkan pemerintahan Soekarno.

Sebagaimana ditulis Kompas.com, 28 September 2022, menurut PKI, kudeta terhadap Presiden Sukarno dilakukan dengan memanfaatkan pengerahan pasukan dari daerah yang didatangkan ke Jakarta dalam rangka peringatan HUT ABRI pada 5 Oktober 1965.

Awalnya muncul isu akibat bocornya sebuah dokumen yang menyebut Dewan Jenderal sedang bersiap melakukan kudeta pada 5 Oktober 1965 di kalangan PKI.

Disebutkan bahwa anggota Dewan Jenderal terdiri dari 25 orang. Penggerak utamanya adalah Mayjen S Parman, Mayjen MT Haryono, Brigjen Sutoyo Siswomihardjo, dan Brigjen Soekendro.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Corona 7 Desember: China Longgarkan Aturan Usai Didemo | Produsen Vaksin Covid-19 Saling Gugat

Update Corona 7 Desember: China Longgarkan Aturan Usai Didemo | Produsen Vaksin Covid-19 Saling Gugat

Tren
Kata Saksi soal Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar dan Temuan Bagian Tubuh Terduga Pelaku

Kata Saksi soal Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar dan Temuan Bagian Tubuh Terduga Pelaku

Tren
Kenali Penyebab dan Gejala Stroke Menurut Kelompok Usia, dari Anak hingga Lansia

Kenali Penyebab dan Gejala Stroke Menurut Kelompok Usia, dari Anak hingga Lansia

Tren
Lokasi Mapolsek Astanaanyar, TKP Bom Bunuh Diri di Bandung

Lokasi Mapolsek Astanaanyar, TKP Bom Bunuh Diri di Bandung

Tren
Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung, Ini Kronologi dan Penjelasan Polda Jabar

Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung, Ini Kronologi dan Penjelasan Polda Jabar

Tren
Bumi di Kaki Rakyat dan Perubahan Iklim

Bumi di Kaki Rakyat dan Perubahan Iklim

Tren
Link Live Streaming Perkembangan Kasus Dugaan Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung

Link Live Streaming Perkembangan Kasus Dugaan Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung

Tren
KAI Service Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, Cek Posisi dan Syaratnya!

KAI Service Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, Cek Posisi dan Syaratnya!

Tren
Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Ditutup Hari Ini Pukul 23.59 WIB, Segera Daftar!

Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Ditutup Hari Ini Pukul 23.59 WIB, Segera Daftar!

Tren
12 Nama Tempat Teraneh di Dunia, Ada yang Panjangnya 58 Huruf

12 Nama Tempat Teraneh di Dunia, Ada yang Panjangnya 58 Huruf

Tren
LINK Live Streaming Ferdy Sambo Jadi Saksi Sidang Eliezer, Ricky Rizal dan Ku'at Maruf

LINK Live Streaming Ferdy Sambo Jadi Saksi Sidang Eliezer, Ricky Rizal dan Ku'at Maruf

Tren
Update Kasus Brigadir J: Sambo Bertemu Bharada E di Persidangan Hari Ini

Update Kasus Brigadir J: Sambo Bertemu Bharada E di Persidangan Hari Ini

Tren
Mengenal The Royal Game of Ur, Permainan Papan Tertua di Dunia

Mengenal The Royal Game of Ur, Permainan Papan Tertua di Dunia

Tren
HUT Ke-23 Dharma Wanita Persatuan, Ini Link Twibbon dan Sejarahnya

HUT Ke-23 Dharma Wanita Persatuan, Ini Link Twibbon dan Sejarahnya

Tren
Di Atas Kertas Beda di Atas Lapangan Hijau

Di Atas Kertas Beda di Atas Lapangan Hijau

Tren
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.