Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Mensyukuri Bahasa Saya Indonesia

Kompas.com - 29/09/2022, 05:23 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SAYA bersyukur bahwa bahasa saya Indonesia. Di dalam bahasa Indonesia kongjungsi alias kata penghubung “adalah” tetap bertahan “adalah” tanpa terpengaruh oleh subyek aku, kamu, dia, kami, kita, dan mereka.

Pendek kata “adalah” senantiasa setia tanpa pandang bulu mendampingi aku maupun kamu maupun dia maupun kami maupun kita maupun mereka.

Harus diakui bahwa bahasa Indonesia bijak dalam hal tidak sudi ikut menghanyutkan diri ke dalam arus mashab jika bisa dibikin ribet kenapa tidak dibikin ribet.

Bahkan konjungsi bisa dan boleh diabaikan seperti misalnya kalimat “Saya adalah seorang warga Indonesia”, bisa dan boleh diperingkas menjadi “Saya warga Indonesia”. Keren!

Dalam hal kata penghubung memang bahasa Indonesia jauh lebih tidak rewel ketimbang bahasa Inggris.

Saya benar-benar jengkel tatkala mulai diberi pelajaran bahasa Inggris. Ibu guru bahasa Inggris saya toksik menyatakan saya keliru ketika saya yang sudah terbiasa dengan kata penghubung tunggal bagi seluruh subyek membuat kalimat “I is a boy and you is a girl”.

Bahkan ketika saya mengganti kalimat yang dinyatakan keliru itu menjadi “I am a boy and you am a girl” tetap saja sang ibu guru bilang saya keliru.

Kalimat yang saya buat sebagai “I are a boy and you are girl” juga tetap dianggap keliru oleh ibu guru kejam.

Akibat kapok swasembada bikin kalimat sendiri maka saya persilakan ibu guru bahasa Inggris bikin kalimat yang menurut dia benar yang ternyata adalah “I am a boy and you are a girl”.

Setelah menerima petunjuk kata penghubung dalam bahasa Inggris secara tepat dan benar, maka saya memberanikan diri menyusun kalimat baru “He am a boy and she are a girl” yang saya yakini sebagai benar berdasar logika genderistik terkandung di dalam kalimat “I am a boy and you are a girl”.

Halaman:

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.