Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

"Kidalomologi"

Kompas.com - 28/09/2022, 07:35 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

OKTOPUS punya delapan tangan, gajah punya satu belalai yang mengambil-alih fungsi tangan, Batara Guru versi wayang purwa memiliki empat tangan, sementara Avalokitesvara alias Dewi Kuan Yin memiliki seribu tangan. Manusia lazimnya memiliki dua tangan.

Secara alasanonologis masih diperdebatkan tentang kenapa manusia “hanya” memilliki dua tangan, bukan tiga atau empat seperti Batara Guru atau satu seperti belalai gajah.

Karena jumlahnya dua maka manusia membedakan kedua tangannya sebagai tangan kanan dan tangan kiri. Istilah kanan dan kiri pada hakikatnya nisbi dipandang oleh siapa.

Baca juga: Hari Kidal Internasional 13 Agustus: Sejarah dan Mitos Orang Kidal

Dipandang dari pemilik tangan terhadap dirinya sendiri memang benar yang kiri adalah yang berada di sisi kiri dan yang kanan adalah yang di sisi kanan. Namun yang kanan berubah menjadi kiri dan sebaliknya apabila kita memandang kedua tangan orang lain.

Masalah kanan-kiri ternyata merasuk masuk ke dalam ranah kebudayaan mulai dari kehidupan sehari-hari sampai ke politik. Jalur jalan raya di Indonesia juga beda dari jalur jalan raya di Jerman dalam hal kanan-kirinya.

Pengutamaan penggunaan tangan kiri sebagai kidal

Saya pribadi dilahirkan di Indonesia di mana pengutamaan penggunaan tangan kiri disebut sebagai kidal.

Menarik menggunakan lensa kidalomologi untuk mengamati gerak-gerik kebudayaan penggunaan tangan kiri di Indonesia.

Saya masih ingat bagaimana orangtua saya mendidik saya tidak menggunakan tangan kiri saya untuk berjabatan tangan serta menerima apapun dari orang lain. Menggunakan tangan kiri dianggap sebagai perilaku tidak senonoh, kecuali untuk (maaf) cebok.

Di sekolah, seingat saya tidak ada guru yang membenarkan apalagi menganjurkan saya untuk menulis atau menggambar dengan pena, pensil atau kuas dengan menggunakan tangan kiri.

Maka, terus terang saya tidak tahu sebenarnya saya ini kidal atau tidak kidal sebab sudah terlanjur terlalu dipaksa untuk mengutamakan tangan kanan.

Baca juga: Kenapa Ada Orang yang Kidal?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.