Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gejala Covid-19 Varian Omicron pada Bayi, Anak, dan Dewasa

Kompas.com - 22/09/2022, 16:25 WIB
Nur Fitriatus Shalihah,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Umumnya, gejala Covid-19 pada anak-anak dan bayi lebih ringan daripada orang dewasa.

Bahkan beberapa anak yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda sakit sama sekali.

Akan tetapi seiring dengan meningkatnya infeksi, ada sedikit peningkatan rawat inap anak-anak.

Hal tersebut seperti disampaikan Dr. Stephanie Silvera, profesor di Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas Montclair.

“Penting untuk tidak berasumsi bahwa anak Anda akan memiliki kasus ringan dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan,” kata Dr. Silvera, dilansir dari laman Montclair University, 25 Juli 2022.

Baca juga: Subvarian Baru Omicron BA.4.6 Terkonfirmasi di Inggris, Ini Gejalanya


Gejala Omicron pada anak

Menurut dokter anak di Pusat Kesehatan Providence Saint John di California, Daniel S. Ganjian, MD, FAAP, pihaknya tidak melihat banyak anak-anak yang terinfeksi varian Omicron mengalami kehilangan indera perasa dan penciuman.

“Yang biasa kita lihat adalah demam, batuk, dan pilek. Terkadang kita juga melihat muntah dan diare,” kata Ganjian, dikutip dari laman Very Well Health, 19 Januari 2022.

Ganjian mengatakan bahwa anak-anak dengan Omicron mungkin juga mengalami croup, atau batuk yang terdengar keras.

“Kedengarannya seperti anjing laut yang menggonggong ketika mereka batuk,” imbuh Ganjian.

Profesor pediatri di Rutgers-Robert Wood Johnson Medical School Maya Ramagopal, MD, mengatakan gejala pada anak-anak dapat serupa dengan orang dewasa. Akan tetapi ada gejala khusus.

Baca juga: Apa Saja Gejala Omicron Baru? Ini Perinciannya

"Omicron menyebabkan infeksi saluran napas bagian atas, menyebabkan batuk yang khas atau seperti anjing laut. Karena saluran napas bagian atas lebih sempit pada anak-anak daripada orang dewasa, bahkan sedikit pembengkakan hingga menyebabkan gejala croup," kata Ramagopal.

Croup adalah penyakit umum pada anak-anak yang menyebabkan pembengkakan kotak suara (alias laring) dan tenggorokan (trakea).

Pembengkakan itu menyebabkan saluran udara di bawah pita suara menyempit, membuat pernapasan menjadi bising dan sulit. Croup paling sering terjadi pada anak-anak antara usia tiga bulan hingga lima tahun.

Setelah usia itu, kejadian croup tidak terlalu umum karena tenggorokan pada anak menjadi lebih besar dan pembengkakan cenderung tidak mengganggu pernapasan mereka.

Baca juga: Mengenal Croup, Gejala Khusus Infeksi Omicron pada Anak

Ilustrasi Covid-19 pada anak. Studi baru mengungkap sistem kekebalan tubuh bawaan pada anak terhadap Covid-19 diklaim jauh lebih baik dibandingkan orang dewasa. SHUTTERSTOCK/L Julia Ilustrasi Covid-19 pada anak. Studi baru mengungkap sistem kekebalan tubuh bawaan pada anak terhadap Covid-19 diklaim jauh lebih baik dibandingkan orang dewasa.

Gejala Covid-19 pada bayi hingga dewasa

Dilansir Hopkins Medicine, 22 Juni 2022, wanita yang terinfeksi virus corona, dalam kasus yang sangat jarang, dapat menularkan penyakit itu kepada bayinya.

Halaman:

Terkini Lainnya

Parlemen Israel Loloskan RUU yang Menyatakan UNRWA sebagai Organisasi Teroris

Parlemen Israel Loloskan RUU yang Menyatakan UNRWA sebagai Organisasi Teroris

Tren
Apakah Haji Tanpa Visa Resmi Hukumnya Sah? Simak Penjelasan PBNU

Apakah Haji Tanpa Visa Resmi Hukumnya Sah? Simak Penjelasan PBNU

Tren
Satu Orang Meninggal Dunia Usai Tersedot Turbin Pesawat di Bandara Amsterdam

Satu Orang Meninggal Dunia Usai Tersedot Turbin Pesawat di Bandara Amsterdam

Tren
Pria Jepang yang Habiskan Rp 213 Juta demi Jadi Anjing, Kini Ingin Jadi Hewan Berkaki Empat Lain

Pria Jepang yang Habiskan Rp 213 Juta demi Jadi Anjing, Kini Ingin Jadi Hewan Berkaki Empat Lain

Tren
9 Orang yang Tak Disarankan Minum Teh Bunga Telang, Siapa Saja?

9 Orang yang Tak Disarankan Minum Teh Bunga Telang, Siapa Saja?

Tren
MA Ubah Syarat Usia Calon Kepala Daerah, Diputuskan 3 Hari, Picu Spekulasi Jalan Mulus bagi Kaesang

MA Ubah Syarat Usia Calon Kepala Daerah, Diputuskan 3 Hari, Picu Spekulasi Jalan Mulus bagi Kaesang

Tren
Profil Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Disebut Bakal Maju Pilkada Jakarta 2024

Profil Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Disebut Bakal Maju Pilkada Jakarta 2024

Tren
Tapera dan Kekhawatiran Akan Korupsi Asabri-Jiwasraya Jilid 2

Tapera dan Kekhawatiran Akan Korupsi Asabri-Jiwasraya Jilid 2

Tren
Sarkofagus Ramses II Ditemukan berkat Hieroglif dengan Lambang Nama Firaun

Sarkofagus Ramses II Ditemukan berkat Hieroglif dengan Lambang Nama Firaun

Tren
Kapan Pengumuman Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN 2024?

Kapan Pengumuman Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN 2024?

Tren
Saat Korea Utara Terbangkan Balon Udara Berisi Sampah dan Kotoran ke Wilayah Korsel...

Saat Korea Utara Terbangkan Balon Udara Berisi Sampah dan Kotoran ke Wilayah Korsel...

Tren
China Hukum Mati Pejabat yang Terima Suap Rp 2,4 Triliun

China Hukum Mati Pejabat yang Terima Suap Rp 2,4 Triliun

Tren
Kandungan dan Kegunaan Susu Evaporasi, Kenali Pula Efek Sampingnya!

Kandungan dan Kegunaan Susu Evaporasi, Kenali Pula Efek Sampingnya!

Tren
Pekerja Tidak Bayar Iuran Tapera Terancam Sanksi, Apa Saja?

Pekerja Tidak Bayar Iuran Tapera Terancam Sanksi, Apa Saja?

Tren
Pedangdut Nayunda Minta ke Cucu SYL agar Dijadikan Tenaga Honorer Kementan, Total Gaji Rp 45 Juta

Pedangdut Nayunda Minta ke Cucu SYL agar Dijadikan Tenaga Honorer Kementan, Total Gaji Rp 45 Juta

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com