Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral soal Kandungan Gula Susu UHT, Berapa Konsumsi Gula yang Ideal?

Kompas.com - 20/09/2022, 16:30 WIB
Retia Kartika Dewi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Unggahan soal perbedaan kandungan gula dalam kemasan susu UHT (Ultra High Temperature), viral di Twitter setelah diunggah oleh dokter spesialis anak di Mayapada Hospital Kuningan, dr. Kurniawan Satria Denta, M. Sc, Sp.A pada Minggu (18/9/2022).

Denta menyarankan untuk memberikan susu full cream saja dibandingkan dengan susu UHT dengan varian rasa. 

"Ini lah kenapa untuk pilihan susu UHT, saya selalu bilang ke orang tua untuk hanya memberikan yang full cream saja, murni isinya susu sapi segar. Coba bandingkan jenis dan kandungan gulanya, sekilas saja kita bisa tau mana yang harus dihindari oleh anak2," tulis Denta dalam twitnya.

Pada tabel kemasan susu UHT tertera bahwa kandungan gula pada susu UHT full cream sebesar 8 gram, sementara kandungan gula pada susu UHT rasa strawberry sebesar 19 gram.

Hingga Selasa (20/9/2022), twit itu sudah diretwit sebanyak lebih dari 17.000 kali dan disukai sebanyak 66.800 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

Baca juga: Viral, Video Telur Ikan Tongkol Berwarna Biru Menyala, Ini Kata Ahli

Lalu, berapa batas konsumsi kadar gula per hari berdasarkan anjuran pemerintah?

Anjuran konsumsi gula per hari

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), (26/3/2018), anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10 persen dari total energi atau setara dengan 200 kkal.

Sederhananya, dalam sehari anjuran konsumsi gula dari pemerintah yakni 4 sendok makan atau 50 gram per orang per hari.

Dosis tersebut sesuai dengan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Indormasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan Pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Artinya, jika Anda sudah mengonsumsi gula sebanyak 50 gram baik dalam bentuk minuman, makanan olahan, dan lainnya sudah dirasa cukup bagi tubuh.

Sebab, jika berlebihan dalam konsumsi gula, maka muncul risiko masalah kesehatan seperti diabetes.

Sebaliknya, orang yang kekurangan atau terlalu rendah kadar gula darah dapat mengalami gangguan irama jantung, tubuh gemetar, hingga mudah lapar.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com