Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Palang Merah Indonesia, Ini Sejarah Berdirinya PMI 77 Tahun yang Lalu

Kompas.com - 17/09/2022, 11:30 WIB
Nur Rohmi Aida,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Hari ini 17 September 2022, diperingati sebagai Hari Jadi Palang Merah Indonesia atau Hari Palang Merah Indonesia.

Adapun peringatan ulang tahun PMI kali ini, sebagaimana dikutip dari akun resmi Instagram @palangmerah_indonesia, bertemakan “Terus Tebar Kebaikan”.

“Selamat Memperingati Hari Ulang Tahun Palang Merah
Indonesia yang ke 77 Tahun. Marilah kita terus bergerak bersama dengan TERUS TEBAR KEBAIKAN,” tulis akun PMI dalam postingannya.

17 September 2022 diperingati sebagai Hari Jadi PMI Indonesia yang ke-77, lantas bagaimana sejarah Palang Merah Indonesia?

Baca juga: Sejarah Palang Merah Indonesia

Sejarah PMI

Sebagaimana dikutip dari laman Kompas.id, PMI resmi didirikan sebulan setelah kemerdekaan RI atau tepatnya pada 17 September 1945.

Adapun ketua PMI yang pertama adalah Mohammad Hatta.

Sementara itu, dikutip dari laman PMI Medan, berdirinya Palang Merah Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia II.

Ketika itu tepatnya pada 21 Oktober 1873 Pemerintah Belanda mendirikan PMI dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Selanjutnya pada tahun 1940 kegiatan PMI dipelopori oleh RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan berusaha untuk disahkan dengan diajukan pada sidang Konferensi Nerkai, namun ditolak mentah-mentah.

Barulah pada tanggal 3 September 1945 setelah Indonesia Merdeka, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk badan Palang Merah Nasional.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Lahirnya Palang Merah 22 Agustus 1864

Setelah itu, Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5.

Panitia 5 untuk pembentukan Palang Merah Nasional ini terdiri dari dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana, dr Marzuki, dr. Sitanala (anggota).

Kemudian setelahnya, PMI berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan merintis kegiatannya melalui pemberian bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang.

Selanjutnya pada tahun 1950, PMI diakui secara internasional ditandai dengan bergabungnya PMI menjadi anggota Palang Merah Internasional pada tahun tersebut.

Ketika itu, keberadaan PMI juga disahkan melalui Keppres Nomor 25 Tahun 1959 dan diperkuat dengan Keppres No. 246 tahun 1963.

Kini jaringan kerja PMI tersebar di 30 Daerah Propinsi/Tk.1 dan 323 cabang di daerah Tk. II.

Selain itu PMI saat ini memiliki dukungan operasional 165 unit transfusi darah di seluruh Indonesia.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kesaksian Warga Palestina yang Diikat di Kap Mobil dan Dijadikan Tameng oleh Tentara Israel

Kesaksian Warga Palestina yang Diikat di Kap Mobil dan Dijadikan Tameng oleh Tentara Israel

Tren
Ethiopia Selangkah Lagi Miliki Proyek Bendungan PLTA Terbesar di Afrika

Ethiopia Selangkah Lagi Miliki Proyek Bendungan PLTA Terbesar di Afrika

Tren
Jet Tempur Israel Serang Klinik di Gaza, Runtuhkan Salah Satu Pilar Kesehatan Palestina

Jet Tempur Israel Serang Klinik di Gaza, Runtuhkan Salah Satu Pilar Kesehatan Palestina

Tren
Sama-sama Baik untuk Pencernaan, Apa Beda Prebiotik dan Probiotik?

Sama-sama Baik untuk Pencernaan, Apa Beda Prebiotik dan Probiotik?

Tren
Dilirik Korsel, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia jika Ditinggal STY?

Dilirik Korsel, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia jika Ditinggal STY?

Tren
Ramai soal Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas, Ini Penjelasan Polisi, Kepsek, dan Disdik

Ramai soal Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas, Ini Penjelasan Polisi, Kepsek, dan Disdik

Tren
Perang Balon Berlanjut, Kini Korut Kirimkan Hello Kitty dan Cacing ke Korsel

Perang Balon Berlanjut, Kini Korut Kirimkan Hello Kitty dan Cacing ke Korsel

Tren
Perjalanan Kasus Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Rugikan Negara Rp 1,8 T

Perjalanan Kasus Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Rugikan Negara Rp 1,8 T

Tren
Ini Kronologi dan Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Jakarta Timur

Ini Kronologi dan Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Jakarta Timur

Tren
Pasangan Haji Meninggal Dunia, Jalan Kaki Berjam-jam di Cuaca Panas dan Sempat Hilang

Pasangan Haji Meninggal Dunia, Jalan Kaki Berjam-jam di Cuaca Panas dan Sempat Hilang

Tren
Kata Media Asing soal PDN Diserang 'Ransomware', Soroti Lemahnya Perlindungan Siber Pemerintah Indonesia

Kata Media Asing soal PDN Diserang "Ransomware", Soroti Lemahnya Perlindungan Siber Pemerintah Indonesia

Tren
Populasi Thailand Turun Imbas Resesi Seks, Warga Pilih Adopsi Kucing

Populasi Thailand Turun Imbas Resesi Seks, Warga Pilih Adopsi Kucing

Tren
Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Raih Gelar Master dari Stanford, Kuliah sejak Perang Dunia II

Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Raih Gelar Master dari Stanford, Kuliah sejak Perang Dunia II

Tren
Kronologi dan Kejanggalan Kematian Afif Maulana Menurut LBH Padang

Kronologi dan Kejanggalan Kematian Afif Maulana Menurut LBH Padang

Tren
7 Fakta Konser di Tangerang Membara, Vendor Rugi Rp 600 Juta, Ketua Panitia Diburu Polisi

7 Fakta Konser di Tangerang Membara, Vendor Rugi Rp 600 Juta, Ketua Panitia Diburu Polisi

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com