Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjelasan Bank Indonesia soal Penukaran Uang yang Dimakan Rayap

Kompas.com - 15/09/2022, 08:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Nugroho Joko Prastowo memberikan penjelasan perihal penukaran uang yang dimakan rayap.

Pihaknya menegaskan, akan mengganti uang masyarakat yang rusak apabila uang tersebut diakui keasliannya dan luas uang tersebut minimal harus 2/3 dari ukuran aslinya.

"Jadi BI akan mengganti uang asli yang rusak, tapi tidak bisa mengganti uang palsu maupun uang hilang," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (14/9/2022).

Baca juga: Viral, Twit Uang Rp 100.000 Rusak Dimakan Rayap, Bisakah Ditukar dengan yang Baru?

Diberitakan sebelumnya, unggahan video perihal uang kertas yang habis dimakan rayap milik penjaga SDN Lodjiwetan Solo, Samin viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat lembaran uang kertas yang diletakkan di dalam kardus tampak bolong dan rusak.

Padahal uang itu dikumpulkannya dari hasil jualan makanan ringan di kantin sekolahan selama 2,5 tahun.

Baca juga: Viral, Video Alat Pemindai Keutuhan Uang, Bisakah Uang yang Dimakan Rayap Ditukar?

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MEMOMEDSOS (@memomedsos)

Baca juga: Sejarah dan Twibbon Hari Bank Indonesia 2022

Kriteria uang yang diganti BI

Samin (53) penjaga sekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri Lojiwetan No 49 Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, menunjukkan uang tabungan puluhan juta di celengan dimakan rayap, Selasa (13/9/2022).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Samin (53) penjaga sekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri Lojiwetan No 49 Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, menunjukkan uang tabungan puluhan juta di celengan dimakan rayap, Selasa (13/9/2022).

Penegasan yang sama imbuh Nugroho juga terjadi pada kasus uang milik Samin yang dimakan rayap. BI akan mengganti uang yang rusak apabila ukurannya memenuhi syarat yakni 2/3 dari ukuran sebenarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajurkan agar yang bersangkutan menyusun uang tersebut untuk memastikan apakah masing-masing lembar uang itu bisa ditukar.

"Langkah pertama yang harus dilakukan yakni menyusun uang ini, terus kemudian nanti diukur apakah dia 2/3 atau tidak," ungkapnya.

Baca juga: Agar Tak Dimakan Rayap, Ini Cara Menyimpan Uang yang Benar

Kendati demikian, pihaknya memahami bahwa menyusun uang yang sudah dimakan rayap bukan perkara yang mudah.

Akan tetapi, penyusunan uang yang dimakan rapat itu penting untuk dilakukan. Sebab, uang yang berhasil disusul dan memenuhi syarat itulah yang akan menjadi nominal besaran penukaran uang oleh BI.

"Kenapa harus disusun? Karena untuk memastikan berapa uang yang bisa diganti," terangnya.

"Karena kalau uang itu sudah hilang dimakan rayap, maka tidak bisa diganti," tandas Nugroho.

Lebih lanjut, apabila penyusunan lembaran uang tersebut sudah selesai, yang bersangkutan bisa langsung membawa ke kantor BI untuk dilakukan pengecekan dan pemrosesan penukaran uang baru dengan syarat memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Baca juga: Bank Indonesia Rencana Terbitkan Rupiah Digital, Bagaimana Prospeknya?


Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com