Kompas.com - 10/09/2022, 07:05 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 belum usai. Salah satu varian Covid-19 adalah Omicron.

Dilansir Live Mint, 31 Agustus 2022, Omicron varian BA.5 adalah yang paling mendominasi saat ini.

Gejalanya sedikit berbeda dari varian sebelumnya, karena saat ini mayoritas orang sudah divaksinasi atau telah terinfeksi sebelumnya.

Kehilangan penciuman dan sesak napas tidak lagi menjadi gejala utama.

Baca juga: Ketahui, Ini Efek Samping Vaksin Covid-19 Booster

Gejala omicron baru

Apa saja gejala omicron baru?

Sakit tenggorokan masih merupakan gejala yang dominan.

Menurut sebuah laporan, sakit tenggorokan terdaftar sebagai gejala pada 53 persen kasus Omicron, sedangkan hanya 34 persen orang dengan delta yang mengalami sakit tenggorokan.

Gejala Omicron dominan lainnya adalah sakit kepala.

Baca juga: Gejala Covid-19 Omicron BA.4, BA.5, dan BA.2.75

 

Sakit kepala Omicron biasanya memiliki rasa sakit sedang sampai intens dengan sensasi tekanan atau menusuk.

Lokasi nyeri berada di kedua sisi kepala dan nyeri ini biasanya dapat berlangsung lebih dari tiga hari.

Dua tanda lain yang cukup umum adalah hidung tersumbat dan batuk tidak berdahak.

Baca juga: Muncul Banyak Subvarian Omicron seperti BA.4 dan BA.5, Ini Alasannya

Warga berfoto di jembatan penyeberangan orang (JPO) Pinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (13/6/2022). Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi subvarian Omicron baru yaitu BA.4 dan BA.5 di Tanah Air meski kasus positif COVID-19 masih terkendali. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Warga berfoto di jembatan penyeberangan orang (JPO) Pinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (13/6/2022). Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi subvarian Omicron baru yaitu BA.4 dan BA.5 di Tanah Air meski kasus positif COVID-19 masih terkendali. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.

Gejala Omicron yang paling umum

Berikut ini gejala Omicron yang paling umum:

  1. Hidung meler
  2. Batuk berdahak
  3. Suara serak
  4. Bersin
  5. Kelelahan
  6. Nyeri otot
  7. Pusing
  8. Demam
  9. Nyeri tubuh
  10. Kehilangan nafsu makan
  11. Mual
  12. Diare.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Deltacron, Kombinasi Varian Covid Delta-Omicron

Dilansir New York Times, 6 Juli 2022, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa subvarian Omicron BA.5 lebih parah daripada Omicron sebelumnya.

Tetapi BA.5 lebih menular, yang berarti semakin banyak orang yang terinfeksi, rawat inap meningkat, menurut Direktur Divisi Penyakit Menular Pediatrik di Rumah Sakit Anak Hassenfeld di NYU Langone, Dr Adam Ratner.

Joseph Khabbaza, seorang dokter paru dan perawatan kritis di Klinik Cleveland mengatakan, orang cenderung mengalami gejala pernapasan bagian atas dari pita suara hingga ujung hidung.

Saat BA.5 menyebar, banyak orang mengeluhkan sinus tersumbat yang menyakitkan dan sakit tenggorokan parah.

Baca juga: Apa Itu Anosmia, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Melaporkan kehilangan penciuman

Ilustrasi anosmia, kehilangan bau atau hilangnya kemampuan indera penciuman menjadi gejala Covid-19 paling umum. Saat ini, terapi vitamin A dengan diteteskan ke hidung sedang diujicobakan, untuk obati anosmia pada pasien Covid-19.SHUTTERSTOCK/E.Va Ilustrasi anosmia, kehilangan bau atau hilangnya kemampuan indera penciuman menjadi gejala Covid-19 paling umum. Saat ini, terapi vitamin A dengan diteteskan ke hidung sedang diujicobakan, untuk obati anosmia pada pasien Covid-19.

Beberapa dari pasien itu mengira mereka menderita radang tenggorokan karena mereka sangat kesakitan.

Terkait mual, dilansir New York Times, 21 Desember 2021, menurut Dr Jennifer Lighter, ahli epidemiologi dan spesialis penyakit menular pediatrik di NYU Langone Health, mual selalu menjadi gejala umum Covid, termasuk dengan varian Omicron.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencantumkan mual dan muntah sebagai gejala umum virus.

Sementara itu hilangnya rasa dan bau lebih sedikit dilaporkan pada varian Omicron.

Baca juga: Berkaca dari Temuan Kasus Covid-19 pada Siswa SMK di Jateng, Apa Itu Anosmia?

Satu penelitian menunjukkan bahwa 48 persen pasien yang terinfeksi strain SARS-CoV-2 asli melaporkan kehilangan penciuman dan 41 persen melaporkan kehilangan rasa.

Tetapi analisis wabah Omicron kecil di antara orang yang divaksinasi di Norwegia menemukan bahwa hanya 23 persen pasien yang melaporkan kehilangan rasa, dan hanya 12 persen yang melaporkan kehilangan penciuman.

Sementara itu menurut Kementerian Kesehatan RI, varian Omicron dapat menimbulkan berbagai derajat keparahan baik tanpa gejala, ringan, sedang hingga berat.

Baca juga: Gejala Awal Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?

Dilansir laman Kemenkes, gejala yang dilaporkan umumnya bersifat ringan seperti

  1. Demam
  2. Batuk
  3. Kelelahan
  4. Pilek
  5. Nyeri tenggorokan
  6. Sakit kepala.

 Baca juga: Penyebab dan Gejala Stroke Perdarahan seperti yang Diidap Reza Gunawan

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Vaksin Covid-19 Tangkal Penularan Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.