Pengakuan LPSK Tolak Amplop yang Diduga Pemberian Pihak Ferdy Sambo

Kompas.com - 15/08/2022, 16:30 WIB

KOMPAS.com - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengatakan pihaknya menolak amplop yang diduga merupakan pemberian dari Ferdy Sambo.

"Petugas LPSK tidak menerima titipan atau pesanan tersebut dan menyampaikan kepada staf tersebut untuk dikembalikan saja," kata Edwin, dikutip dari Kompas.com (12/8/2022).

Menurut Edwin, saat itu staf LPSK tengah menemui Ferdy Sambo di Kantor Divisi Propam Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 13 Juli 2022.

Pertemuan itu terjadi lantaran Sambo hendak mengajukan permohonan perlindungan untuk isterinya, Putri Candrawathi.

Baca juga: Penjelasan LPSK soal Asesmen Psikologi Istri Ferdy Sambo

Kronologi kejadian

Lebih lanjut, Edwin menceritakan kronologi kejadian tersebut.

"Peristiwa amplop itu terjadi bukan di rumah Kadiv Propam (Sambo), tetapi terjadi di kantor Propam," ujarnya.

Saat itu, staf LPSK sedang bertemu dengan Sambo di Kantor Divisi Propam Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 13 Juli 2022.

Menurut Edwin, amplop diberikan saat jeda setelah LPSK meminta keterangan Sambo dan menunggu kedatangan Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E.

Salah satu petugas LPSK tengah menunaikan shalat di Masjid Mabes Polri, sehingga hanya ada satu orang petugas LPSK yang menunggu di ruang tunggu tamu kantor Kadiv Propam.

"Pada kesempatan tersebut, salah seorang staf berseragam hitam dengan garis abu-abu menyampaikan titipan atau pesanan 'bapak' untuk dibagi berdua," jelas Edwin.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Perlu Tes untuk Mengetahui 'Love Language' Kita, Ini Cara Tahu Tipe Bahasa Cinta

Tak Perlu Tes untuk Mengetahui "Love Language" Kita, Ini Cara Tahu Tipe Bahasa Cinta

Tren
Tragedi Kanjuruhan Jangan Terulang Kembali

Tragedi Kanjuruhan Jangan Terulang Kembali

Tren
Fakta Tragedi Kanjuruhan, Update Jumlah Korban hingga Penyebabnya

Fakta Tragedi Kanjuruhan, Update Jumlah Korban hingga Penyebabnya

Tren
Update BPUM 2022, Kemenkop UKM: Bisa Jadi Ada, Bisa Jadi Tidak...

Update BPUM 2022, Kemenkop UKM: Bisa Jadi Ada, Bisa Jadi Tidak...

Tren
Mengapa Wanita Mudah Marah Saat Menjelang Haid?

Mengapa Wanita Mudah Marah Saat Menjelang Haid?

Tren
10 Tanda Kucing Sedang Sakit

10 Tanda Kucing Sedang Sakit

Tren
[POPULER TREN] Tragedi Kanjuruhan Pertandingan Sepak Bola Paling Mematikan | Bahaya Gas Air Mata yang Dilarang FIFA di Stadion

[POPULER TREN] Tragedi Kanjuruhan Pertandingan Sepak Bola Paling Mematikan | Bahaya Gas Air Mata yang Dilarang FIFA di Stadion

Tren
Besok, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo dkk ke Jaksa Penuntut Umum

Besok, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo dkk ke Jaksa Penuntut Umum

Tren
Apa Itu 'Crush'? Berikut Tanda-tandanya

Apa Itu "Crush"? Berikut Tanda-tandanya

Tren
14 Sasaran Pelanggaran Operasi Zebra 3-16 Oktober 2022, Apa Saja?

14 Sasaran Pelanggaran Operasi Zebra 3-16 Oktober 2022, Apa Saja?

Tren
Ilmuwan Temukan Virus Mirip Ebola di Monyet Afrika, Dapat Memicu Pandemi Berikutnya

Ilmuwan Temukan Virus Mirip Ebola di Monyet Afrika, Dapat Memicu Pandemi Berikutnya

Tren
Kerusuhan Kanjuruhan, Pengamat: Pengamanan Sepak Bola Beda dengan Demo, Tak Boleh Ada Gas Air Mata!

Kerusuhan Kanjuruhan, Pengamat: Pengamanan Sepak Bola Beda dengan Demo, Tak Boleh Ada Gas Air Mata!

Tren
Kota Padang Berpotensi Tsunami, BMKG Dorong Tsunami Ready Community

Kota Padang Berpotensi Tsunami, BMKG Dorong Tsunami Ready Community

Tren
Banyak Anak Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Dokter: Tak Semua Laga Bisa Ditonton 'Live' Bersama Anak

Banyak Anak Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Dokter: Tak Semua Laga Bisa Ditonton "Live" Bersama Anak

Tren
Kesaksian Suporter Saat Tragedi Kanjuruhan: Sudut Lapangan Penuh Gas Air Mata, Banyak Ibu dan Anak Kecil Tak Berdaya

Kesaksian Suporter Saat Tragedi Kanjuruhan: Sudut Lapangan Penuh Gas Air Mata, Banyak Ibu dan Anak Kecil Tak Berdaya

Tren
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.