Kompas.com - 02/08/2022, 16:15 WIB

KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) mengklaim telah membunuh pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri di Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden mengatakan, Al Zawahiri tewas dalam serangan pesawat drone AS yang dilakukan pada Minggu (31/7/2022) di Ibu Kota Afghanistan, Kabul.

"Sekarang keadilan telah ditegakkan, dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi," kata Biden di Gedung Putih.

Biden sebelumnya telah mengizinkan serangan presisi di pusat kota Kabul. Meski demikian, ia mengklaim bahwa tak ada warga sipil yang tewas.

Tiga juru bicara dalam pemerintahan Taliban di Kabul menolak berkomentar tentang kematian Zawahiri.

Tampilan rudal Hellfire II buatan Lockheed Martin. Ayman Al Zawahiri pemimpin Al Qaeda tewas tanpa bekas ledakan karena ditembak rudal Hellfire R9X tanpa hulu ledak, tetapi memiliki 6 bilah panjang yang bisa menembus atap mobil hingga gedung.WIKIMEDIA COMMONS Tampilan rudal Hellfire II buatan Lockheed Martin. Ayman Al Zawahiri pemimpin Al Qaeda tewas tanpa bekas ledakan karena ditembak rudal Hellfire R9X tanpa hulu ledak, tetapi memiliki 6 bilah panjang yang bisa menembus atap mobil hingga gedung.

Lantas, siapa sebenarnya Al Zawahiri?

Baca juga: Alasan Arab Saudi Sambut Baik Kabar Tewasnya Ayman Al Zawahiri

Lahir dari keluarga terhormat

Dikutip dari BBC, Al Zawahiri lahir Kairo, Mesir pada 19 Juni 1951. Dia berasal dari keluarga dokter dan sarjana kelas menengah yang terhormat. 

Kakeknya, Rabia al Zawahiri, adalah imam besar al-Azhar, sementara salah satu pamannya adalah sekretaris jenderal pertama Liga Arab.

Zawahiri terlibat dalam politik saat masih di sekolah dan ditangkap pada usia 15 tahun karena menjadi anggota Ikhwanul Muslimin.

Namun, aktivitas politiknya tidak menghentikannya untuk belajar kedokteran di Cairo University.

Ia pun berhasil lulus pada 1974 dan memperoleh gelar master dalam bidang kedokteran bedah empat tahun kemudian.

Al Zawahiri awalnya melanjutkan tradisi keluarganya dengan membangun klinik medis di pinggiran Kota Kairo.

Akan tetapi, ia lantas tertarik pada kelompok-kelompok radikal yang menyerukan penggulingan pemerintah Mesir.

Ketika Jihad Islam Mesir didirikan pada 1973, ia ikut bergabung.

Baca juga: Ayman Al Zawahiri, Pemimpin Al Qaeda, Tewas oleh 2 Rudal Hellfire AS Tanpa Bekas Ledakan

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.