Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Hikayat Pattani

Kompas.com - 28/07/2022, 07:15 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MELALUI jejaring Academia, secara kebetulan saya memperoleh sebuah naskah dengan judul “Perhubungan Gender Dalam Masyarakat Tradisional Melayu Berdasarkan Hikayat Pattani” sebagai karya kajian ilmiah Suhadan Anwar dan Salmah Jan Noor Muhammad.

Tujuan kajian ini adalah untuk mengenal corak hubungan gender dalam Hikayat Pattani dan menganalisa peran dan posisi wanita dalam masyarakat tradisional Melayu yang cenderung memandang wanita dengan sifat-sifat stereotaip hanya diberikan peranan di ruang domestik (ruang dapur).

Karya kajian Suhadan & Salmah mencoba menggugurkan anggapan tersebut dengan menonjolkan beberapa tokoh wanita sebagai pemerintah atau raja dalam negeri-negeri seperti yang telah dikisahkan oleh Hikayat Pattani.

Maka melalui berbagai sumber saya mencoba mempelajari apa yang disebut sebagai Hikayat Pattani.

Dikisahkan oleh Hikayat Pattani terdapat suatu kerajaan yang dikuasai oleh Raja Paya Tu Kerub Mahajana. Setelah raja tersebut meninggal, ia digantikan anaknya, yaitu Paya Tu Naqpa.

Paya Tu Naqpa adalah seseorang raja yang suka berburu. Suatu hari ia mendengar berita bahwa daerah tepi laut mempunyai banyak binatang untuk diburu.

Lalu Paya Tu Naqpa pun pergi ke daerah sana dengan beberapa hulubalangnya untuk berburu.

Namun, tak ada satupun binatang yang nampak oleh rombongan raja tersebut. Kemudian dua jam lamanya, anjing rombongan tersebut menggonggong, lalu raja bertanya-tanya apa yang digonggong oleh anjing itu.

Ternyata adalah rusa putih yang gilang gemilang warnanya. Tetapi rusa itu berlari ke suatu arah dan hilang lah rusa tersebut.

Rombongan raja berusaha mengejar tetapi tak ada rusa yang dicari, namun raja bertemu dengan sebuah rumah sepasang suami istri.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.