Aiman Witjaksono
Host & Produser Eksekutif Program AIMAN KompasTV

Host Program AIMAN di Kompas TV| AIMAN setiap senin, Pukul 20.30 WIB

Temuan Soal Akal-akalan Raup Donasi ACT di Sejumlah Warteg

Kompas.com - 18/07/2022, 09:50 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SAYA menelusuri trik Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengumpulkan donasi. Pertanyaan pertama adalah apakah ada unsur pidana pada taktik yang digunakan ACT dalam menjalankan lembaganya yang bergerak di bidang kemanusiaan? Ini menjadi pertanyaan mendasar. Saya mendapatkan dugaan tersebut dari sebuah warung nasi Tegal (warteg) di Kawasan Jakarta Timur.

Kok, bisa dari warteg? Perjalanan saya dimulai dari pemilik warteg di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Jakarta Timur. Di sini saya menemui pemilik warteg sekaligus Ketua Komunitas Warteg Nusantara, Mukroni.

Saya ajak Mukroni bercerita tentang dua tahun terakhir, saat awal sekali pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Ia menceritakan bahwa ada pihak ACT yang datang kepadanya untuk menawarkan kerja sama terkait program bantuan nasi bungkus gratis. Warteg anggota Komunitas Warteg Nusantara, sebanyak seribu warteg, diminta untuk menyediakan nasi bungkus. Setiap warteg (sebanyak 1.000 warteg) akan ditransfer Rp 1,5 juta per hari untuk menyediakan masing-masing 100 nasi bungkus.

Baca juga: Massa Geruduk Kantor ACT Jatim, Minta Aktivitas Penggalangan Dana Dihentikan

"Adakah syaratnya?" tanya saya kepada Mukroni.

"Ada, pertama setiap warteg harus memasang dua spanduk ACT. Kedua setidaknya 10 nasi bungkus pada setiap warteg harus didokumentasikan saat pemberian kepada fakir-miskin, lalu saya diundang datang ke kantor ACT di Cilandak, Jakarta Selatan, untuk difoto terkait kerja sama dengan 1.000 warteg se-Jabodetabek ini," ungkap Mukroni di Program AIMAN KompasTV.

Ada yang janggal

Yang janggal, bantuan ini hanya diberikan satu bulan, yakni sejak pertengahan Maret hingga persis pertengahan April 2020. Tentu ini menyisakan pertanyaan. Mengapa hanya satu bulan, bukankah kesulitan Indonesia saat Covid-19 tahun 2020 terjadi di triwulan kedua hingga keempat, di mana terjadi resesi ekonomi kala itu. Indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia pada ketiga triwulan tersebut negatif, yang berarti terjadi resesi ekonomi.

Dampaknya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terjadi, bahkan jumlahnya mencapai 20 kali lebih tinggi dari tahun sebelumnya (2019). Pengangguran bertambah dan kemiskinan otomatis juga meningkat.

Tetapi justru di masa-masa sulit ini, bantuan tak kunjung datang, sementara semua dokumentasi foto dan spanduk terus terpampang.

"Saya jadi merasa diperalat, saya baru sadar ketika ada rame-rame soal ACT ini!" kata Mukroni kepada saya.

Eks Presiden ACT Ahyudin usai menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri terkait dugaan penyelewengan dana pada Rabu (13/7/2022) malam. KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA Eks Presiden ACT Ahyudin usai menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri terkait dugaan penyelewengan dana pada Rabu (13/7/2022) malam.
Ada pula fakta yang saya dapatkan selain soal bagi-bagi nasi bungkus tadi, yakni adanya kotak sumbangan ACT yang dititipkan di warteg yang ditransfer uang untuk nasi bungkus hanya untuk sebulan. Namun kotak sumbangannya bertengger selama bertahun-tahun.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.