Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Aksi Unjuk Rasa Protes Bermain Ponsel

Kompas.com - 08/07/2022, 07:10 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KANTOR berita Deutsche Welle memberitakan, sekelompok anak-anak turun ke jalan di Hamburg, Jerman untuk melakukan aksi unjuk rasa memprotes para orangtua yang lebih sibuk bermain ponsel ketimbang bermain bersama anak-anak mereka.

Berita tentang kegiatan unjuk rasa, apalagi demo anak-anak, selalu menarik disimak tetapi berita dari Jerman tersebut pada hakikatnya agak kurang sesuai dengan kenyataan di Indonesia. Lain padang lain belalang. Konstelasi permasalahan addicted bermain ponsel di Indonesia memang tidak sama bahkan terbalik arah dengan di Jerman.

Sejauh yang berhasil saya amati secara organoleptik pada kenyataan di lapangan, dapat dikatakan bahwa anak-anak Indonesia tidak kalah, malah lebih keranjingan bermain ponsel ketimbang para orangtua mereka masing-masing.

Baca juga: Menteri Yohana Siapkan Larangan Anak Main Ponsel

Bahkan dalam memuaskan hawa nafsu bermain ponsel anak-anak Indonesia tidak segan melakukan teror dengan merengek-rengek habis-habisan demi memaksa orang tua masing-masing membelikan ponsel tidak kalah keren, maka jauh lebih mahal ketimbang yang dimiliki anak-anak tetangga atau teman mereka. Tak jarang para balita mogok makan maupun tidur apabila tidak bisa sambil menonton adegan audio-vidual di ponsel.

Tampaknya bagi anak-anak Indonesia masa kini, bermain dengan ponsel sudah menjadi kebutuhan primer jauh lebih penting ketimbang bermain dengan orangtua masing-masing. Demi membeli ponsel untuk anak-anak mereka, sejumlah orangtua di Indonesia pun rela berutang.

Dampak bencana ekonomi terhadap para orangtua dengan penghasilan pas-pasan sampai harus berhutang untuk membeli ponsel bagi anak-anak mereka benar-benar sangat memprihatinkan sebab sama sekali sudah tidak sesuai lagi dengan makna Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab di samping Keadilan Sosjal Untuk Seluruh Rakyat Indonesia. Kerap kali orangtua terpaksa melakukan perilaku kriminal mulai dari mencuri sampai merampok demi bisa membelikan anak-anak handphone.

Mungkin tidak ada salahnya demi mengimbangi peradaban demo anak-anak di Hamburg perlu diselenggarakan demo orangtua Indonesia turun ke jalan di Jakarta sebagai aksi unjuk rasa para ortu memprotes suasana ketidak-adilan peradaban agar anak-anak lebih asyik bermain dengan orangtua masing-masing ketimbang bermain dengan ponsel. Atau masalah menjadi lumayan tidak terlalu parah apabila dalam bermain ponsel anak-anak tidak egois sendirian namun berkenan bermain ponsel secara gotong royong bersama orangtua masing-masing.

Merdeka!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.