Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Syarat, dan Pembiayaannya

Kompas.com - 07/07/2022, 15:30 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan salah satu program baru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dengan mengikuti program ini, mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan di luar program studi dan perguruan tingggi asal selama satu semester.

Dikutip dari laman resmi Kemendikbud, mahasiswa program PMM bisa mengambil maksimal 20 SKS di perguruan tinggi penerima dan 6 SKS di perguruan tinggi pengirim secara daring.

Program PMM telah dimulai pada tahun 2021 dan diikuti oleh 11.464 mahasiswa di 215 perguruan tinggi, baik pengirim maupun penerima.

Baca juga: Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2022 Dibuka, Alumni Ajak Mahasiswa Daftar

Peserta 16.000 mahasiswa

Tahun 2022, PMM angkatan 2 akan tersedia bagi 16.000 mahasiswa dan dapat memilih satu dari 194 perguruan tinggi penerima.

Proses pendaftaran PMM 2 dilakukan melalui laman program.pmm.id bagi mahasiswa semester 2, 4, dan 6.

Apabila lolos seleksi, peserta PMM 2 akan melaksanakan proses pembelajaran semester 3, 5, dan 7 di perguruan tinggi yang berada di klaster pulau berbeda dari perguruan tinggi asal, serta berbeda dari domisili mahasiswa tersebut.

Peserta yang diterima akan melaksanakan program PMM 2 pada Agustus sampai Desember 2022.

Syarat pendaftar PMM

Berikut syarat pendaftaran program PMM yang harus dipenuhi mahasiswa:

  • Mahasiswa aktif di bawah Kemendikbud Ristek, terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), dan duduk di semester dua sampai enam saat pendaftaraan
  • Belum pernah mengikuti program PMM
  • Tidak sedang terdaftar aktif dalam Program Kampus Merdeka yang lain pada saat program berlangsung
  • Tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik
  • Memiliki surat izin dari PT Pengirim
  • Mendapatkan izin orang tua/wali untuk mengikuti PMM 2
  • Memiliki IPK minimal 2,75 pada saat periode pendaftaran PMM 2
  • Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Memiliki atau bersedia membuat rekening aktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) atau Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama Mahasiswa bersangkutan
  • Diutamakan memiliki asuransi kesehatan yang aktif berupa BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS)
  • Telah menerima minimum dua dosis vaksin Covid-19
  • Bersedia mentaati seluruh ketentuan PMM 2 dan bersedia menerima konsekuensi atas pelanggaran terhadap ketentuan PMM 2

Baca juga: Dapat Biaya Hidup-Akomodasi, Segera Daftar Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Dapat biaya hidup dan akomodasi

Selain mendapat pengalaman belajar di luar kampus asal, mahasiswa program PMM juga mendapat pembiayaan dari Kemendikbud Ristek.

Beberapa cakupan pembiayaan PMM adalah:

  1. Biaya potongan UKT mahasiswa yang diberikan langsung ke perguruan tinggi pengirim.
  2. Biaya tranasportasi tiket keberangkatan dan kepulangan mahasiswa.
  3. Dana kedatangan dan kepulangan untuk mahasiswa.
  4. Biaya Rapid Antigen Covid-19 keberangkatan dan kepulangan mahasiswa, sesuai dengan peraturan perjalanan yang berlaku.
  5. Biaya hidup dan akomodasi selama kegiatan efektif dalam satu semester.
  6. Bagi penerima beasiswa Kemendikbudristek (Bidikmisi/KIP-K, Afirmasi, Beasiswa Unggulan) akan dilakukan penyesuaian nilai bantuan.
  7. Biaya asuransi kesehatan (BPJS Kesehatan) selama kegiatan efektif satu semester.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com