Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Runtunan Kerusuhan di Babarsari Yogyakarta

Kompas.com - 05/07/2022, 17:00 WIB
Taufieq Renaldi Arfiansyah,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

Terdapat tiga orang dari kelompok L yang mengalami luka dalam keributan itu, dan saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.

Setelah itu, sekitar pukul 05.00 WIB, kelompok L melakukan penyerangan di Jambusari, Condongcatur, Sleman dengan membuat tiga orang dari kelompok K terluka.

Korban yang berada di Jambusari mengalami luka-luka akibat benda tajam, disinyalir salah satu korban berasal dari kelompok lain.

Baca juga: Kronologi Kerusuhan di Babarsari, Bermula dari Ribut di Tempat Karaoke hingga Berujung Perusakan

Tidak puas dengan polisi

Teman-teman dari salah satu korban di Jambusari kemudian mendatangi Polda DIY untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus pada Senin (4/7/2022).

Meskipun sudah diterima dan dijelaskan perkembangan kasusnya oleh Dirkrimum Polda DIY, rupanya teman-teman korban merasa kurang puas.

Mereka kemudian menuju ke Babarsari yang dicurigai sebagai tempat tinggal L dan kemudian melakukan perusakan.

"Mereka melakukan perusakan di Babarsari tadi siang yang rusak adalah mebeler atau teras dari salah satu ruko di situ kemudian ada tujuh motor yang terbakar di situ," ujarnya.

Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, kondisi Babarsari sudah aman dan kondusif, jalan yang awalnya ditutup sudah dapat dilalui oleh warga untuk beraktivitas.

Yulianto meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak terjadi peristiwa yang berujung pada tindak pidana.

Selain itu, ia meminta agar mempercayakan penanganan hukum kepada pihak Polda DIY dan Polres Sleman untuk memproses para pelaku secara hukum.

"Sekali lagi kami mohon dipercayakan kepada kami Polda DIY, kepada Polres Sleman untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Apakah itu yang di TKP tempat hiburan di Babarsari, yang di TKP Jambusari, maupun yang di peristiwa hari ini," katanya.

Baca juga: Seorang Remaja Jadi Korban Salah Sasaran Kerusuhan Babarsari, Terkena Pecahan Kaca hingga Lemparan Batu

Respons Sultan

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X menyayangkan adanya peristiwa kerusuhan yang terjadi di Babarsari.

Sultan sebenarnya pada tiga tahun lalu sudah berdialog  dengan tokoh-tokoh di kawasan Depok untuk meminta jangan sampai ada lagi kekerasan fisik.

"Dua tiga tahun yang lalu saya pernah berdialog dengan mereka. Di Depok sana, dan mereka minta waktu untuk berubah. Ya rata-rata mereka datang ke sini di samping mungkin secara individu tapi juga mahasiswa," kata Sultan, dikutip dari Kompas.com, Senin (4/7/2022).

Selain itu, Sultan meminta Polda DIY tidak sekedar melerai kerusuhan, tetapi juga menindak pelaku secara hukum.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com