Kompas.com - 01/07/2022, 21:15 WIB

KOMPAS.com – Uji Coba pembelian Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina telah mulai dilakukan per 1 Juli 2022.

Saat ini setidaknya ada 11 daerah di 5 provinsi di Indonesia yang telah mulai uji coba menggunakan aplikasi ini.

Penggunaan MyPertamina untuk membeli Pertalite memicu banyak pro dan kontra.

Warganet yang tak setuju dengan kebijakan tersebut, banyak yang menuangkan protesnya dengan memberikan rating bintang satu pada aplikasi MyPertamina di PlayStore.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Jumat (1/7/2022) petang, rating aplikasi MyPertamina di PlayStore saat ini adalah 1,3.

Jumlah tersebut cenderung turun dari hari sebelumnya. Di mana rating aplikasi MyPertamina sebelumnya sebagaimana dikutip dari Kompas.com (30/6/2022) adalah 1,7.

Sebagai informasi, sebuah aplikasi akan dianggap memberikan kepuasan kepada penggunanya apabila memiliki rating setidaknya 4 ke atas.

Baca juga: Fakta Beli Pertalite dan Solar Pakai MyPertamina

Menuai banyak komentar negatif

Sejumlah warganet yang memberikan rating 1 banyak yang meninggalkan ulasan negatif pada aplikasi MyPertamina.

“Isi BBM wajib pakai mypertamina, tapi pada saat diinstal dan mendaftar apk tdk bisa digunakan. Belum sangat SIAP sehingga menyulitkan saya yang ingin mengisi BBM dengan ketidaksiapan apk,” tulis akun Fahmi Elrizki.

“Ngisi bensin Kok rumit segala,” ujar akun BangPan Official.

“Penyusah, Aplikasi tak bagus,” ujar akun Diki Ramdani.

“Membebani rakyat isi bensin aja harus pake aplikasi, gmna nasib ibu ibu sama bapaa bapa yang ga ada handphone,” ujar akun Rizky ramdan.

Baca juga: Beli Pertalite dan Solar Pakai MyPertamina, Pertamina: Kendaraan Roda 2 Isi BBM Subsidi seperti Biasa

Tanpa aplikasi

Selain menggunakan aplikasi MyPertamina, pelanggan juga bisa melakukan pendaftaran tanpa aplikasi, yakni dengan mengakses alamat website subsiditepat.mypertamina.id.

Selanjutnya lakukan pendaftaran dengan memilih menu "cara daftar" pada laman web MyPertamina tersebut.

Pendaftaran melalui website diharapkan bisa memudahkan masyarakat yang tak punya smartphone.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menyampaikan, masyarakat yang tak punya ponsel bisa meminjam ponsel atau PC yang terkoneksi internet ke orang terdekat atau dengan mengakses internet melalui warnet untuk mendaftar MyPertamina.

Namun bagi masyarakat yang mendaftar MyPertamina tanpa aplikasi maka harus memastikan sudah memiliki alamat email aktif untuk pengiriman kode QR.

Selain opsi tersebut, masyarakat yang tak punya HP dan tak paham daftar lewat website, menurutnya juga bisa daftar di gerai SPBU.

Baca juga: MyPertamina untuk Pertalite dan PeduliLindungi untuk Migor, Warganet Keluhkan Memori Penuh

Daerah yang gunakan MyPertamina

Pada tahap uji coba pertama ini, penerapan pembelian BBM subsidi menggunakan MyPertamina akan dilaksanakan di 11 daerah yang tersebar di 5 provinsi di Indonesia, di antaranya:

  1. Kota Bukittinggi, Sumatera Barat
  2. Kab. Agam, Sumatera Barat
  3. Kota Padang Panjang, Sumatera Barat
  4. Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat
  5. Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan
  6. Kota Bandung, Jawa Barat
  7. Kota Tasikmalaya. Jawa Barat
  8. Kab. Ciamis, Jawa Barat
  9. Kota Manado, Sulawesi Utara
  10. Kota Yogyakarta, DIY
  11. Kota Sukabumi, Jawa Barat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.